OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Anti Kuras Energi di Bulan Puasa, Begini Cerminan yang Bijak

Kipli - Senin, 23 Februari 2026
OtoTips Tips Motor

KabarOto.com - Memasuki bulan suci Ramadhan, pengendara sepeda motor diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama ketika kondisi tubuh mengalami penurunan energi akibat puasa.

Perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadhan dapat mempengaruhi konsentrasi, refleks, serta daya tahan tubuh. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak mampu menjaga fokus dan mengendalikan diri di jalan raya.

Baca Juga: Gerimis Berbahaya Bagi Keselamatan Bikers, Simak Penjelasan Pentingnya

Ludhy Kusuma selaku Instruktur Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora mengungkapkan bahwa waktu rawan kecelakaan selama Ramadhan umumnya terjadi menjelang waktu berbuka puasa, ketika banyak pengendara terburu-buru ingin segera tiba di rumah. Situasi lalu lintas yang padat, ditambah kondisi fisik yang menurun, dapat memicu pengambilan keputusan yang kurang tepat di jalan.

“Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan ritme energi yang dapat mempengaruhi fokus berkendara. Karena itu, penting bagi pengendara untuk lebih sabar, mengatur waktu perjalanan, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak prima. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama, terlebih di bulan Ramadan yang penuh makna ini,” ujar Ludhy Kusuma.

Ia menyarankan, berangkat lebih awal agar tidak perlu terburu-buru menjelang waktu berbuka. Hindari kebiasaan meningkatkan kecepatan karena dikejar waktu. Saat energi menurun, emosi lebih mudah terpancing. Tetap tenang, sabar, dan tidak terpancing oleh perilaku pengendara lain.

Baca Juga: Jangan Abaikan, Ini Komponen Motor yang Rentan Rusak Saat Musim Hujan

"Jika merasa lemas, pusing, atau mengantuk, segera menepi di tempat aman untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan kondisi tubuh yang tidak seprima biasanya, menjaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan sangat penting untuk memberikan waktu reaksi yang cukup," pungkas Ludhy Kusuma.

Helm standar, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup tetap wajib digunakan sebagai wujud komitmen guna meminimalkan risiko cedera jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca Artikel Asli