OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

BAIC EV Asal Cina Kuasai Penjualan Mobil Listrik Dunia Kalahkan Nissan dan Tesla

Enrico - Jumat, 18 Mei 2018
OtoNews Mobil

KabarOto.com - Mobil listrik merupakan gambaran masa depan paling riil dan sudah mulai dilakoni pengembangannya oleh produsen roda empat global. Nah, saat ini mobil–mobil bertenaga listrik murni sudah cukup banyak bertebaran, lalu siapakah yang menjadi best selling dalam segmen mobil listrik?

Nissan Leaf? Bukan, Tesla Model 3? Apalagi. Ternyata sang jawara malah datang dari Negeri Tirai Bambu, Cina. Pasar otomotif Cina berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini memang membuat para produsen di Cina punya kans untuk menjual produknya dengan jumlah yang tinggi.

Baca Juga: Nissan Rogue Sport, Qashqai dan Altima 2019 Dilengkapi Teknologi ProPilot

Tak mengejutkan jika para produsen otomotif global mulai menggarap serius pasar otomotif Cina. Sebagai contoh, mayoritas penjualan Volkswagen ada di Cina, hampir mencapai 50% dari penjualan total Volkswagen.

Nah, dengan gambaran tersebut, bukan sebuah kejutan yang besar jika mobil asal Cina bisa menduduki posisi tertinggi dalam hal penjualan mobil listrik. Mobil ini adalah BAIC EV, - mobil listrik paling laris dalam periode awal 2018 ini.

Menariknya, mobil Cina ini mengalahkan Nissan Leaf dalam hal penjualan. Dilansir Carscoops, Jumat (18/5/2018), mengacu pada data JATO Dynamics, BAIC EV tercatat terjual sebanyak 15.132 unit.

Nissan Leaf 2018 (Carscoops)

Mobil yang dijual dengan sub-merk Senova ini mengalami peningkatan sebanyak 329% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Nissan Leaf yang bercokol di posisi kedua juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 34% yang membuatnya mampu meraih angka 10.881 unit. Nampaknya kehadiran Nissan Leaf generasi terbaru mampu membawa dampak positif, walau belum membuat produk Jepang ini mampu menempati posisi teratas.

Posisi ketiga juga diisi oleh perwakilan dari Cina, di mana JAC Motors berhasil menempatkan produk baru mereka yaitu JAC IEV 5 dengan capaian 6.118 unit.

Jika melihat posisi keempat hingga kedelapan, bisa dibilang kelima mobil ini bersaing dengan sengit, karena perbedaan capaian dari kelima mobil ini tak masif selisihnya, setidaknya tak sejauh posisi tiga besar.

Posisi keempat diisi oleh Renault Zoe dengan 4.401 unit, disusul Tesla Model S dengan 4.156 unit, lalu produk baru dari Chery yaitu Chery EQ1 dengan 4.149 unit, lalu Volkswagen e-Golf dengan 4.091 unit serta Tesla Model 3 dengan 4.047 unit. Renault Zoe dan Tesla Model S mencatatkan penurunan 19% dan 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan Volkwagen e-Golf malah mencatatkan tren positif mencapai 243% dibandingkan periode sebelumnya.

Sisa posisi kesembilan dan kesepuluh diisi Hyundai Ioniq dengan 3.801 unit, yang mana melonjak 227% dari capaian sebelumnya, dan Tesla Model X dengan 3.674 unit alias turun 25%.

Capaian BAIC EV menunjukkan beberapa fakta yang menarik, yaitu pertama, pasar otomotif Cina tak bisa kita pandang sebelah mata, dan yang kedua, di Cina, kesadaran masyarakatnya akan perkembangan teknologi otomotif menggiring para calon konsumennya untuk membeli mobil bertenaga listrik.

Nah, hal serupa seharusnya sudah mulai disuarakan atau disosialisasikan di Indonesia, karena mau tak mau, suka tak suka, masa depan dari mobilitas memang bergeser ke sumber tenaga listrik.

Nah, kita lihat saja seperti apa kiprah dari mobil – mobil listrik, khususnya mobil asal Cina. Dengan dua wakil dalam posisi tiga besar, sebenarnya sudah menunjukkan hal yang positif. Namun apakah mereka mampu menjaga konsistensi ini? Atau hanya satu gebrakan saja? Kita nantikan saja ya perkembangannya.

Baca Artikel Asli