Bisa Digunakan di Jalanan Kota, Mercedes-Benz Luncurkan Sistem Navigasi Otonom Canggih
KabarOto.com - Mercedes-Benz kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir teknologi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Hadir di panggung utama CES 2026, raksasa otomotif Jerman ini meluncurkan MB.Drive Assist Pro, sebuah sistem asisten pengemudi tingkat lanjut yang memungkinkan mobil bernavigasi secara mandiri dari titik awal hingga tujuan (point-to-point) tanpa perlu memegang setir.
Langkah ini menjadi jawaban langsung pabrikan terhadap tantangan kompetitor seperti Tesla FSD dan sistem Super Cruise milik GM. Meski demikian, sistem terbaru ini memiliki pendekatan keamanan yang jauh lebih ketat dan presisi.
Baca Juga: 169 Unit Mercedes-Benz EQB Kena Recall, Ada Potensi Terbakar
Jika sistem Drive Pilot milik Mercedes sebelumnya fokus pada penggunaan jalan tol dengan kecepatan rendah, MB.Drive Assist Pro dirancang untuk menaklukkan kerumitan jalanan perkotaan. Sistem ini mampu mengeksekusi manuver sulit secara mandiri, seperti:
- Negosiasi Persimpangan: Mobil dapat membaca lampu lalu lintas dan mengambil keputusan kapan harus berbelok atau berhenti di persimpangan yang sibuk.
- Interaksi Objek Dinamis: Mengidentifikasi dan merespons secara instan kehadiran pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan yang tiba-tiba memotong jalur.
- Perpindahan Jalur Mandiri: Sistem secara aktif mengganti jalur untuk mengikuti rute GPS, masuk ke gerbang tol, hingga keluar dari jalan raya menuju jalan perumahan.
Mercedes-Benz juga menolak mengikuti tren hanya kamera (vision-only). Sebaliknya, mereka membangun sistem keamanan berlapis menggunakan kombinasi 30 sensor yang saling melengkapi (redundancy), berikut cara kerjanya:
- Lidar dan Radar: Memberikan data jarak presisi dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat atau kabut.
- Kamera 360 Derajat: Memberikan pemahaman visual penuh terhadap marka jalan dan rambu lalu lintas.
- Superkomputer NVIDIA: Seluruh data mentah dari sensor diolah oleh chip NVIDIA berkekuatan tinggi yang menggunakan algoritma pembelajaran mesin (AI) untuk memprediksi pergerakan pengguna jalan lain.

Menambah kenyamanan berkendara, pabrikan menegaskan bila sistem ini tidak melakukan pengereman mendadak kasar, melainkan berakselerasi dan mengerem secara halus, memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang.
Sistem canggih ini akan memulai debut globalnya pada Mercedes-Benz CLA generasi terbaru (model 2026). Sedan mewah ini tidak hanya menjadi simbol efisiensi baterai, tetapi juga laboratorium berjalan bagi sistem operasi terbaru mereka, MB.OS.

Menariknya, Mercedes-Benz juga memperkenalkan fitur Cooperative Steering. Berbeda dengan sistem otonom lain yang terputus jika pengemudi menyentuh setir, sistem Mercedes mengizinkan intervensi kecil dari pengemudi. Anda bisa membantu mengarahkan mobil menghindari lubang, dan saat tangan dilepaskan, sistem akan langsung mengambil alih kembali navigasi secara otomatis tanpa perlu diaktifkan ulang.
Mercedes-Benz berencana meluncurkan fitur ini di pasar Amerika Serikat dan Eropa pada kuartal pertama 2026. Perusahaan menawarkan fleksibilitas bagi konsumen melalui model aktivasi perangkat lunak. Untuk opsi pembelian, konsumen dapat membeli paket penuh seumur hidup saat pemesanan kendaraan.
Baca Juga: Mercedes-Benz Sprinter Mojave Buatan Rogue Van Company Harganya Rp8,3 Miliaran, Kabinnya Mirip Hotel
Sedangkan opsi berlangganan menyediakan skema biaya bulanan, memberikan kebebasan bagi pemilik untuk menggunakan teknologi ini hanya saat dibutuhkan, misalnya saat perjalanan jauh atau liburan.
Meskipun mampu melakukan kemudi hands-free hampir di seluruh rute, Mercedes-Benz tetap mengklasifikasikan ini sebagai sistem Level 2++. Artinya, meskipun tangan tidak berada di setir, mata pengemudi harus tetap tertuju pada jalan. Sensor di dalam kabin akan memantau pandangan pengemudi untuk memastikan kesigapan jika terjadi situasi darurat.
Baca Original Artikel