OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

BMW M Siapkan 30 Model Baru Hingga 2029, Era Transmisi Manual Segera Berakhir

Dian Tami Kosasih - Kamis, 19 Februari 2026
OtoNews Produk Baru Oto News Mobil News BMW Others

KabarOto.com - Divisi performa tinggi BMW, BMW M, tengah bersiap melancarkan serangan produk besar-besaran. Dalam wawancara terbaru, CEO BMW M yaitu Frank van Meel, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengerjakan 30 model baru yang dijadwalkan meluncur dalam dua setengah tahun ke depan atau hingga 2029.

Rencana ambisius ini mencakup kombinasi antara model performa tinggi (M murni) dan varian M Performance. Beberapa model paling dinantikan adalah penyegaran (facelift) M5 dan M5 Touring, M3 terbaru, serta lini SUV seperti iX3 M.

Baca Juga: BMW M4 GT3 Evo, Mobil Balap Valentino Rossi Rilis Livery Baru

Salah satu sorotan utama adalah kehadiran i3 M, sedan listrik berperforma tinggi yang mengusung teknologi quad motor (empat motor listrik). Langkah elektrifikasi ini diambil untuk menyiasati regulasi emisi yang kian ketat di Eropa, di mana pajak karbon untuk mesin bensin kapasitas besar kini sangat tinggi.

Selain kabar gembira mengenai banyaknya model baru, Frank van Meel membawa berita pahit bagi para purist, karena era transmisi manual sedang menghitung hari. Ia menjelaskan bahwa dari sudut pandang teknis, transmisi manual kini sulit dipertahankan karena keterbatasannya dalam menangani torsi besar dan efisiensi bahan bakar dari transmisi otomatis modern.

"Di masa depan, akan sangat sulit mengembangkan girboks manual baru karena segmen pasarnya yang kecil dan pemasok (supplier) yang mulai enggan memproduksinya," ujar Van Meel.

Meski transmisi manual diprediksi masih akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan, kemungkinan besar opsi ini akan benar-benar hilang pada dekade berikutnya.

Baca Juga: Logo Visual Baru BMW ALPINA Evolusi Desain Warisan dan Masa Depan

Meski mulai melirik mobil listrik, BMW M menegaskan tidak akan langsung meninggalkan akar mereka. BMW berjanji akan tetap mempertahankan mesin 6-silinder dan 8-silinder selama mungkin. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan komunitas global dan melayani pasar di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya listrik belum merata.

Dengan strategi ini, BMW M mencoba menyeimbangkan antara warisan emosional mesin pembakaran internal dan tuntutan teknologi masa depan, meski harus mengorbankan transmisi manual yang selama ini menjadi simbol keterlibatan pengemudi.

Baca Artikel Asli