KabarOto.com - Gelaran balap ketahanan legendaris 24 Hours of Le Mans 2026 baru saja tuntas bergulir akhir pekan lalu, Minggu (14/6). Bagi kubu BMW M Team WRT, balapan kali ini menjadi momen yang sangat emosional.
Pada percobaan ketiganya di era modern ini, tim pabrikan asal Jerman tersebut akhirnya berhasil mengakhiri puasa podium kelas utama mereka selama 27 tahun, setelah terakhir kali merasakannya saat memenangi balapan bersama BMW V12 LMR pada tahun 1999 silam.
Shell BMW M Hybrid V8 #20 Catat Sejarah
Kesuksesan bersejarah ini dipersembahkan oleh trio pembalap mobil nomor #20 Shell BMW M Hybrid V8, yakni Robin Frijns (Belanda), René Rast (Jerman), dan Sheldon van der Linde (Afrika Selatan) yang sukses mengamankan podium kedua.
Sejatinya, peluang untuk mengulang kejayaan masa lalu sudah berada di depan mata lantaran mobil #20 sempat memimpin balapan dalam durasi yang cukup lama.
Namun, drama safety car sekitar enam jam menjelang finis membuyarkan strategi tim, hingga akhirnya driver terakhir, Robin Frijns, harus puas menyentuh garis finis dengan selisih tipis 10,9 detik saja di belakang sang pemenang dari tim Toyota.
CEO BMW M GmbH, Franciscus van Meel, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian masif ini.
"Ini adalah akhir pekan yang luar biasa emosional bagi kami. Meraih posisi kedua dan podium pertama untuk BMW M Motorsport dalam 27 tahun di Le Mans hanya selisih sepuluh detik di belakang pemenang setelah performa yang sempurna rasanya hampir tidak bisa lebih baik lagi dari ini," ungkapnya hangat.
Rasa bangga yang bercampur sedikit penyesalan juga dirasakan oleh para pembalap di kokpit. Sheldon van der Linde mengaku perasaannya cukup campur aduk sesaat setelah balapan 24 jam yang menguras fisik tersebut selesai.
"Pada awalnya, saya benar-benar tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ketika Anda finis hanya sepuluh detik di belakang pemenang setelah berjuang selama 24 jam, itu tidak mudah untuk diterima pada awalnya. Namun, jika melihat progres besar yang kami buat selama dua tahun terakhir, kami semua bisa sangat bangga," tutur Sheldon.
Sean Gelael bersama BMW M4 GT3 EVO nomor #32
Di balik pesta podium kelas Hypercar, perhatian pencinta otomotif Tanah Air juga tertuju pada performa pembalap kebanggaan Indonesia, Sean Gelael. Turun di kelas LMGT3 menggunakan jet darat BMW M4 GT3 EVO nomor #32, Sean bahu-bahu bersama dua rekan setimnya, Augusto Farfus (Brasil) dan Darren Leung (Inggris).
Memulai balapan dari posisi yang cukup menjanjikan setelah sesi kualifikasi, perjuangan tim WRT di kelas LMGT3 ternyata tidak berjalan mulus karena dinamika kecepatan yang sangat tinggi di barisan depan.
Setelah menuntaskan drama 24 jam yang melelahkan tanpa kendala teknis sedikit pun, Sean Gelael dan kru mobil #32 akhirnya harus puas menyudahi balapan dengan finis di urutan ketujuh.
Hasil ini diakui cukup menantang karena mobil mereka kekurangan pace atau ritme kecepatan untuk bisa menusuk dan bertarung langsung memperebutkan podium di sirkuit sepanjang 13,6 kilometer tersebut.
Meskipun belum berhasil membawa pulang trofi dari Prancis, apresiasi tinggi tetap dilayangkan oleh rekan setim Sean, Augusto Farfus. Pembalap senior asal Brasil tersebut menegaskan bahwa seluruh kru sudah mengeksekusi strategi dengan sangat rapi di pit stop.
"Pertama-tama, selamat untuk kru Hypercar atas podiumnya. Balapan kami sendiri berjalan sangat tangguh. Kami melakukan segalanya dengan benar, tidak ada masalah teknis, dan sukses mengeksekusi setiap pit stop. Sayangnya, itu belum cukup untuk memperebutkan podium karena kami kekurangan pace. Tetap saja, selalu menjadi kehormatan besar bisa berada di grid Le Mans ini," kata Farfus.
Prinsipal Tim BMW M Team WRT, Vincent Vosse, memberikan evaluasi menyeluruh terkait hasil akhir pekan kemarin. Ia memuji kinerja skuad Hypercar yang tampil tanpa cela, tanpa penalti, dan tanpa kesalahan pit stop. Namun, ia juga berjiwa besar mengakui kelemahan tim di kelas komersial GT3.
"Di sisi LMGT3, kami harus mengakui bahwa kami tidak memiliki peluang kali ini. Itu sangat mengecewakan. Terima kasih banyak kepada tim dan pembalap atas kerja keras mereka. Mereka sudah memberikan segalanya, tetapi sayangnya itu belum cukup untuk akhir pekan ini," pungkas Vosse menutup evaluasinya.