OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

CATL Kenalkan Baterai Khusus Kendaraan Niaga, Isi Daya Penuh Tak Sampai 10 Menit

Berry - Rabu, 08 Juli 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - CATL selaku produsen baterai dunia, kembali menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan baterai Tectrans II (Tianxing II) yang dirancang khusus untuk kendaraan niaga ringan listrik.

Teknologi ini menawarkan kemampuan pengisian daya ultra-cepat dengan tingkat pengisian puncak 8C. Hal ini memungkinkan baterai terisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 6 menit 48 detik.

Tak hanya itu, baterai tersebut juga dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari 10 menit, atau tepatnya 8 menit 56 detik. Kecepatan ini diharapkan mampu mengurangi waktu henti kendaraan logistik, sehingga operasional armada lebih efisien dan mendekati kenyamanan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

Baca Juga : Daftar Harga BBM Terbaru Shell, Vivo dan BP Juli 2026

CATL mengembangkan Tectrans II dengan fokus pada kebutuhan kendaraan komersial yang menempuh jarak jauh setiap hari. Untuk mendukung daya tahan, perusahaan mengklaim baterai ini memiliki garansi hingga 10 tahun atau 1 juta kilometer.

Rahasia ketahanannya terletak pada desain sel baterai baru yang memiliki hambatan internal hanya sekitar 50 persen dari rata-rata industri. Hambatan yang lebih rendah membuat panas saat pengisian cepat berkurang, sehingga umur baterai menjadi lebih panjang.

Baca Juga : Mitsubishi Pajero Baru Bakal Punya Varian Exceed dan GSR?

Peluncuran Tectrans II melanjutkan gebrakan CATL setelah sebelumnya memperkenalkan baterai Shenxing generasi ketiga untuk mobil penumpang. Jika Shenxing difokuskan pada mobil listrik pribadi dengan kemampuan pengisian super cepat, Tectrans II dirancang agar mampu menghadapi beban kerja tinggi yang menjadi karakter kendaraan logistik.

Dengan hadirnya teknologi baterai 8C, CATL berharap adopsi kendaraan niaga listrik semakin meningkat. Pengisian daya yang kini hanya membutuhkan hitungan menit akan mempermudah pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional tanpa armada harus berhenti lama untuk mengisi ulang daya.

Baca Artikel Asli