OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Ciptakan BBM Baru E20, Bahlil Ungkap Kebutuhan 4 Juta KL Etanol

Dian Tami Kosasih - Selasa, 30 Juni 2026
OtoNews Oto News News

KabarOto.com - Mendukung implementasi program bauran bioetanol E20, pemerintah membutuhkan sekitar 4 juta KL etanol untuk dicampurkan ke dalam konsumsi bensin nasional. Langkah ini menjadi strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantunga impor bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Angka tersebut dihitung berdasarkan total konsumsi bensin domestik yang berada di kisaran 40 juta KL per tahun.

Baca Juga: Pemerintah Wajibkan BBM Campur Etanol 5% Mulai Semester II Tahun Ini, Simak Aturannya

"Kebutuhan bensin kita itu kurang lebih sekitar 40 juta kiloliter, dan dari 40 juta kiloliter itu, kapasitas produksi kita itu hanya 14,3 juta kiloliter jadi impornya hampir 25 juta kiloliter, namun begitu kilang Balikpapan kita resmikan di bulan Januari 2026 bertambah produksinya 5,5 juta kiloliter bensin, sehingga menyisakan impor bensin sekitar 20 juta kiloliter," ujar Bahlil di Jakarta.

Meski tambahan kapasitas produks Kilang Balikpapan mampu menekan kebutuhan impor, pemerintah masih harus memenuhi kekurangan pasokan bensin sekitar 20 juta KL per tahun. Karena itu, pemerintah menyiapkan Program E20 yang mengombinasikan bensin dengan 20 persen etanol.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut dirancang dengan mengacu pada keberhasilan program biodiesel berbasis kelapa sawit yang berkembang dari B10 hingga B50. Pendekatan serupa akan diterapkan pada sektor bensin melalui pengembangan industri bioetanol dalam negeri.

Baca Juga: Gandeng Pertamina Patra Niaga dan TRAC, Toyota Uji Coba Bahan Bakar Bioethanol E10

"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50. Kita bikin etanol dengan bahan baku dari tebu, singkong dan jagung dengan total produksi 4 juta kiloliter. Pemerintah akan menjadi off taker produksi etanol yang dihasilkan petani," ungkapnya.

Pemerintah juga akan berperan sebagai pembeli utama untuk menjamin penyerapan produksi etanol yang dihasilkan petani dan pelaku usaha di sektor hulu.

Selain mengurangi impor bensin, implementasi Program E20 juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Baca Artikel Asli