OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Harga Tembaga Mahal, Ferrari dan BMW Beralih ke Kabel Aluminium

Berry - Sabtu, 04 Juli 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Lonjakan harga tembaga di pasar global mulai mendorong perubahan besar di industri otomotif. Sejumlah produsen mobil, termasuk Ferrari dan BMW, kini mulai mengganti kabel tembaga dengan aluminium pada beberapa model kendaraan mereka, untuk menekan bobot sekaligus mengurangi biaya produksi.

Langkah tersebut mengikuti jejak Tesla serta sejumlah produsen mobil listrik asal Cina yang lebih dulu mengadopsi kabel aluminium. Menurut analis JPMorgan, peralihan ini diperkirakan akan mengurangi sekitar 2 persen permintaan tembaga global pada 2026, dan berpotensi meningkat hingga 6 persen pada 2030 jika tren terus berlanjut.

Baca juga: Ferrari Daytona SP3 Sebuah Karya Eksklusif dari Novitec

Ferrari mengungkapkan bahwa penggunaan kabel aluminium pertama kali diterapkan pada mobil sport hybrid 296 sebelum diperluas ke model lainnya, termasuk mobil listrik pertamanya, Luce. Pabrikan asal Italia itu mengklaim penggunaan material tersebut mampu memangkas bobot sistem kabel hingga 20 persen.

Sementara itu, BMW sebenarnya telah menggunakan konduktor aluminium sejak 2011 pada Seri 1. Kini, melalui teknologi eDrive generasi terbaru, produsen asal Jerman tersebut memanfaatkan kabel aluminium secara luas, pada sistem kelistrikan di kendaraan elektrifikasinya.

Meski memiliki konduktivitas listrik yang lebih rendah dibanding tembaga, aluminium menawarkan dua keunggulan utama, yakni bobot yang jauh lebih ringan dan harga yang hanya sekitar seperempat dari harga tembaga. Namun, untuk menghasilkan kemampuan hantar listrik yang setara, ukuran kabel aluminium harus dibuat lebih besar.

Baca juga: Ferrari Luce Habis Terjual, Padahal Desainnya Sempat Dianggap Gagal

Selain Ferrari dan BMW, Stellantis juga dikabarkan mulai mengadopsi kabel aluminium, sementara sejumlah produsen mobil listrik Cina seperti XPeng, Xiaomi, dan Avatr telah lebih dulu memanfaatkan material tersebut.

Tren ini menunjukkan bahwa aluminium berpotensi menjadi material utama sistem kelistrikan kendaraan di masa depan, terutama seiring meningkatnya harga tembaga dan pesatnya perkembangan kendaraan listrik.

Baca Artikel Asli