OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Junjung Keselamatan, Tanamkan Perilaku Ini Ketika Bawa Kendaraan

Kipli - Selasa, 17 Februari 2026
OtoTips Tips Motor

KabarOto.com - Keselamatan di jalan bukan hanya soal kemampuan mengendarai kendaraan, tetapi tentang seberapa baik kita membaca situasi di depan. Fokus dan kewaspadaan membuat pengendara mampu melihat lebih jauh, memahami pergerakan kendaraan lain, mengenali kondisi permukaan jalan, hingga mengamati aktivitas di sekitar seperti pejalan kaki atau kendaraan yang tiba-tiba keluar dari gang.

Ludhy Kusuma selaku Instruktur Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora menyampaikan, dengan analisa yang tepat, pengendara dapat mengatur kecepatan secara bijak, menjaga jarak aman, serta menentukan jalur yang paling aman sejak awal. "Inilah yang membedakan pengendara yang antisipatif dengan pengendara yang hanya bereaksi saat bahaya sudah di depan mata," katanya.

Baca Juga: Motor Modifikasi Mewah Pakai Berlian dan LV di IIMS 2026

Sebaliknya, ketika gagal mengidentifikasi kondisi jalan, keputusan yang diambil seringkali bersifat spontan dan panik. Reaksi menjadi terlambat, ruang gerak semakin sempit, dan risiko kecelakaan pun meningkat.

"Keinginan untuk cepat sampai sering membuat pengendara mengabaikan situasi sekitar. Fokus hanya tertuju pada tujuan akhir, bukan pada proses perjalanan yang aman.
Contoh lainnya membalas pesan, menerima telepon, atau melihat navigasi tanpa berhenti sejenak dapat memecah konsentrasi. Sekilas saja kehilangan fokus, potensi bahaya bisa terlewat," katanya.

Adapun sikap merasa paling benar, memaksakan menyalip, atau enggan mengalah menutup ruang untuk berpikir jernih. Jalan raya adalah ruang bersama yang membutuhkan empati dan saling menghargai.

Baca Juga: Beda dengan Motor Trail, Ini Pengertian Motor Trial

Pengendara yang tidak terbiasa memprediksi kemungkinan di depan akan selalu berada dalam posisi reaktif. Padahal, keselamatan dibangun dari kemampuan membaca potensi risiko sebelum terjadi.

Lelah, mengantuk, atau emosi yang tidak stabil dapat menurunkan ketajaman analisa. Berkendara membutuhkan kondisi tubuh dan pikiran yang siap.

“Banyak kecelakaan terjadi bukan karena pengendara tidak bisa mengendarai motor, tetapi karena kurang fokus membaca situasi di depan. Berkendara adalah soal prediksi. Semakin jauh kita melihat dan menganalisa potensi bahaya, semakin besar kesempatan kita untuk menghindarinya. Tetap tenang, tidak terburu-buru, dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama adalah kunci utama dalam setiap perjalanan.”

Baca Artikel Asli