OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Mengenal Pontiac Fiero, Mobil Produksi Massal Amerika Pertama yang Menggunakan Mid Engine

Alif Al Tsaqif - Kamis, 18 Juni 2026
OtoNews Mobil

KabarOto.com - Ketika membahas mobil bermesin tengah atau mid-engine, kebanyakan orang akan langsung teringat pada berbagai supercar Eropa seperti Ferrari, Lamborghini, atau McLaren.

Tata letak mesin yang ditempatkan di belakang kabin pengemudi tersebut memang identik dengan mobil berperforma tinggi karena mampu menghasilkan distribusi bobot yang lebih seimbang dan karakter handling yang lebih baik dibandingkan konfigurasi mesin depan konvensional.

Baca Juga: General Motors dan TWG Motorsports Umumkan Perusahaan Baru, Siap Topang Proyek Mesin Tim Cadillac F1

Pontiac Fiero merupakan mobil produksi massal Amerika pertama yang menggunakan mid engine

Namun jauh sebelum konsep mid-engine menjadi hal yang umum di dunia otomotif modern, Amerika Serikat pernah memiliki sebuah mobil yang menghadirkan teknologi tersebut untuk pasar massal. Mobil tersebut adalah Pontiac Fiero.

Diluncurkan pada 1984 oleh General Motors melalui divisi Pontiac, Fiero menjadi mobil produksi massal pertama asal Amerika Serikat yang menggunakan konfigurasi mesin tengah. Keberadaannya tidak hanya menjadi terobosan dari sisi teknik, tetapi juga menghadirkan desain sporty yang berbeda dari mayoritas mobil Amerika pada era tersebut.

Pontiac Fiero menjadi salah satu model paling unik yang pernah diproduksi oleh General Motors. Kehadirannya lahir pada masa ketika industri otomotif Amerika sedang menghadapi perubahan besar akibat dampak krisis minyak yang terjadi pada dekade 1970-an. Saat itu, konsumen mulai mencari kendaraan yang lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar, sementara produsen berlomba menghadirkan mobil yang lebih ringan dan ekonomis.

Baca Juga: General Motors akan Gunakan Baterai dan Teknologi dari Perusahaan Tiongkok

Pontiac Fiero dirancang sebagai mobil harian yang irit BBM namun stylish

General Motors kemudian merancang Fiero sebagai mobil kompak yang hemat bahan bakar namun tetap menawarkan tampilan yang menarik. Meski memiliki siluet layaknya mobil sport, tujuan awal pengembangan Fiero sebenarnya bukan untuk menjadi pesaing mobil performa tinggi. Sebaliknya, mobil ini dirancang sebagai kendaraan harian yang efisien dengan biaya operasional yang relatif rendah.

Salah satu keunggulan utama Pontiac Fiero terletak pada konstruksi bodinya. Mobil ini menggunakan panel berbahan plastik komposit yang dipasang pada rangka baja space frame. Penggunaan material tersebut membuat bobot kendaraan lebih ringan dibandingkan mobil konvensional pada masanya, sekaligus memberikan ketahanan terhadap korosi. Desain eksteriornya yang rendah dan aerodinamis juga menjadi daya tarik tersendiri sehingga Fiero terlihat lebih modern dibanding banyak mobil Amerika lain yang beredar pada dekade 1980-an.

Pada tahun pertama produksinya, Pontiac Fiero dibekali mesin empat silinder 2.500 cc Iron Duke yang menghasilkan tenaga sekitar 98 dk. Mesin tersebut dipadukan dengan pilihan transmisi manual empat percepatan atau otomatis tiga percepatan. Meski kapasitas mesinnya tergolong besar untuk ukuran empat silinder, performa yang dihasilkan tidak terlalu istimewa. Akselerasi dari 0 hingga 100 kpj membutuhkan waktu sekitar 11 detik dengan kecepatan puncak mendekati 170 kpj.

Baca Juga: General Motors Patenkan Pengisi Daya Robotik

Bagian belakang Pontiac Fiero

Walaupun performanya tidak terlalu mengesankan, Fiero menawarkan efisiensi bahan bakar yang menjadi salah satu nilai jual utamanya. Kombinasi bobot ringan, desain aerodinamis, dan mesin yang dirancang untuk efisiensi membuat konsumsi bahan bakarnya mampu mencapai sekitar 21 kilometer per liter pada perjalanan luar kota. Angka tersebut tergolong sangat baik untuk sebuah mobil bermesin 2.500 cc yang diproduksi pada era 1980-an.

Menanggapi permintaan konsumen yang menginginkan performa lebih baik, Pontiac kemudian menghadirkan varian bermesin V6 2.800 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 140 dk dan dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan. Selain peningkatan tenaga, Pontiac juga melakukan penyempurnaan pada sektor suspensi dan sistem kemudi. Hasilnya, karakter pengendalian Fiero menjadi lebih presisi dan stabil dibandingkan model awal.

Kemampuan handling Pontiac Fiero bahkan mendapatkan banyak pujian dari kalangan jurnalis otomotif pada masanya. Konfigurasi mid-engine memberikan distribusi bobot yang lebih seimbang sehingga mobil ini mampu bermanuver dengan baik di berbagai kondisi jalan. Beberapa penguji menggambarkan sensasi mengemudikan Fiero seperti berjalan di atas rel karena tingkat kestabilan dan presisinya yang tinggi saat menikung.

Baca Juga: General Motors Rilis Chevrolet Equinox EV Tahun 2023

Mesin V6 2.800 cc milik Pontiac Fiero

Namun di balik berbagai inovasi yang ditawarkan, Pontiac Fiero juga memiliki catatan kontroversial. Model tahun 1984 dikenal karena sejumlah kasus kebakaran mesin yang terjadi pada beberapa unit.

Permasalahan tersebut umumnya disebabkan oleh kerusakan connecting rod pada mesin Iron Duke yang dapat memicu kebocoran oli. Dalam kondisi tertentu, oli yang bocor dapat mengenai komponen knalpot yang panas dan menyebabkan kebakaran. Kasus ini akhirnya memicu penarikan kembali sejumlah kendaraan dan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Pontiac selama masa produksi Fiero.

Pontiac terus melakukan berbagai perbaikan pada model-model berikutnya hingga produksi Fiero berakhir pada 1988. Meski hanya bertahan selama lima tahun, mobil ini berhasil meninggalkan warisan penting dalam sejarah otomotif Amerika. Fiero membuktikan bahwa produsen Amerika mampu menghadirkan mobil bermesin tengah untuk pasar massal jauh sebelum konsep serupa menjadi tren di industri otomotif modern.

Baca Juga: General Motors dan Honda Urunan Bikin Mobil Listrik Murah

Interior Pontiac Fiero

Saat ini, Pontiac Fiero telah menjadi salah satu mobil klasik yang banyak diburu kolektor. Selain karena statusnya sebagai pionir mobil mid-engine produksi massal Amerika, desainnya yang khas, teknologi yang diusung, serta sejarahnya yang penuh warna membuat Fiero tetap menjadi salah satu model paling menarik dalam sejarah industri otomotif Negeri Paman Sam.

Baca Artikel Asli