KabarOto.com - Industri kendaraan niaga mulai memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar soal mesin dan daya angkut, tetapi juga bagaimana teknologi digital dimanfaatkan untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi armada, seperti Runner Telematics yang tertanam pada truk Mitsubishi Fuso.
Irham Pradipta Fadli, Department Head Runner Business Development (Truck Monitoring System) PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menjelaskan bahwa sistem Runner Telematics bukan lagi fitur tambahan, melainkan sudah menjadi bagian dari kendaraan sejak awal produksi.
Runner sudah ada dari tahun 2018, itu sudah masuk part atau dipasang di pabrik, jadi begitu keluar dari pabrik Runner itu sudah langsung terinstall, Device-nya sudah ada tinggal customer melakukan aktivasi,
jelas Irham saat sesi wawancara yang dihadiri KabarOto.com, ICE BSD, Rabu (5/8/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa fondasi digital sebenarnya sudah lama disiapkan, dan kini tinggal dikembangkan ke tahap yang lebih canggih.
Runner Telematics, Pantau Perilaku Sopir Secara Detail
Sistem Runner Telematics tidak hanya berfungsi sebagai pelacak kendaraan, tetapi juga menjadi alat analisis operasional yang komprehensif. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek penting dalam penggunaan kendaraan.
Runner kan juga melakukan pemetaan posisi jadi apakah dia turun, landai, atau naik. Kemudian kita bisa tahu kalau tiba-tiba pengendaranya rem mendadak, tiba-tiba ngegas atau tiba-tiba belok menukik yang sangat tajam. Dari data-data mentah itu kita coba analisa,
urai Irham.
Melalui data ini, perusahaan dapat mengevaluasi cara berkendara pengemudi sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memicu kerusakan kendaraan terutama dalam memprediksi umur pakai komponennya.
Baca Juga: Fuso Canter Extra Long Bus Tampil di GIIAS 2026 Incar Segmen Pariwisata
Kalau menyetirnya atau mengemudinya tidak baik atau tadi ada kejadian-kejadian yang sering itu, kemungkinan ada part-part yang harusnya segera diganti. Nah itu kita mencoba mengolahnya dari situ, untuk memberikan semacam prediksi terhadap tiap unitnya,
lanjutnya.
Pendekatan ini menjadi kunci dalam mengubah pola pengelolaan armada dari yang sebelumnya reaktif menjadi berbasis data dan pencegahan.
Baca Juga: Fuso Undang Canter Mania di GIIAS, Bagi Tips Perawatan BBM B50
Target Mendekati Zero Downtime
Im Yonggi, General Manager After Sales Unit PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menjelaskan bahwa pengembangan telematik berbasis AI diarahkan untuk meningkatkan kesiapan operasional kendaraan.
Terkait dengan AI, sudah mendekati 100% jadi kalau ada AI kita itu lebih dekat ke 100%. Tidak ada downtime Itu harapannya,
jelas Im Yonggi.
Dalam bisnis kendaraan niaga, downtime memiliki dampak langsung terhadap pendapatan dan efisiensi. Semakin lama kendaraan berhenti beroperasi, semakin besar potensi kerugian yang ditanggung perusahaan.
Karena itu, upaya untuk menekan downtime hingga mendekati nol menjadi strategi yang sangat krusial.