Gambar yang tertera di atas merupakan mobil Toyota Prius Hybrid tahun 2012 yang pertama kali diintegrasikan dengan teknologi solar car roof dari Panasonic. Teknologi yang dikembangkan melalui solar photovoltaic dari generasi PHEV ini mampu hasilkan energi sebesar 50-180 watt.
Teknologi ini dirancang khusus untuk mengisi ulang baterai lithium ion powertrain, bersama dengan baterai standar 12 volt lead acid. Teknologi Panasonic solar roof didesain sempurna dengan memiliki ketahanan terhadap lingkungan yang memiliki suhu panas, ini juga menutupi kekurangan pada mobil dimana kebanyakan akan mengalami penurunan dalam output ketika temperatur naik.

Versi sebelumnya dari teknologi solar car roof yang pernah dibuat hanya menghasilkan listrik normal, tenaganya hanya cukup untuk menggerakkan ventilations fans saat di taman, dan cukup untuk mengisi baterai 12 volt. Namun kini, untuk menghasilkan tenaga 180 watt, Toyota menyatakan telah memberikan efisiensi mobil hingga 10 persen, dan mampu berjalan 3,5 km perhari dalam kondisi ideal.
Rancangan teknologi ini di aplikasikan melalui sel-sel surya dilaminasi dengan resin di atas kaca atap yang melengkung. Namun sayangnya, solar car roof ini belum lulus uji kecelakaan di Amerika, sehingga baru tersedia di Jepang dan Eropa. Panasonic terus bekerja dan meneliti untuk menemukan solusi agar mampu dijual di Amerika.
Teknologi solar car roof dibanderol dengan harga $1840 atau Rp 24,5 juta. Pemasangan solar car roof memerlukan penghapusan head up display, blind spot monitor dan rear cross traffic alert.
Baca Juga: