OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Penyandang Disabilitas Aman Kendarai Sepeda Motor Lewat Kampanye #SafeAndAble

Bimo Hariyadi - Rabu, 11 Februari 2026
OtoNews News

KabarOto.com - Puluhan penyandang disabilitas, tampak antusias mengikuti talk show bertema #SafeAndAble di area Indonesia Internationl Motor Show (IIMS) 2026. Kegiatan yang digagas oleh Merah Putih Media ini menghadirkan Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, serta Mohammad Abdillah selaku Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, yang berbagi wawasan seputar teknik, pengetahuan, dan etika berkendara aman.

#SafeAndAble merupakan kampanye edukatif yang mengusung semangat keselamatan, kemandirian, dan kesetaraan bagi pengendara difabel.

Baca Juga: Ganjil Genap Tak Berlaku untuk Difable, Ini Syarat Mendapatkan Izinnya

Melalui gerakan ini, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk tetap berkendara secara aman di jalan raya. Melalui pemahaman yang tepat serta penyesuaian terhadap kondisi fisik masing-masing, pengendara disabilitas mampu tampil percaya diri dan bertanggung jawab di ruang publik.

Suasana talkshow yang dihadiri penyandang disabilitas di IIMS 2026

Program ini bertujuan membangun kesadaran sekaligus meningkatkan kemampuan berkendara aman yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Harapannya, mereka dapat berkendara secara mandiri, aman, dan semakin percaya diri dalam beraktivitas sehari-hari.

Melalui #SafeAndAble, Kamibijak berkolaborasi dengan KabarOto.com menghadirkan wadah belajar yang inspiratif. Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membangun mental dan rasa percaya diri, bahwa menjadi seorang difabel bukanlah batasan untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan.

Saat memaparkan materi, Agus Sani menjelaskan teknik dasar berkendara yang mengutamakan kontrol dan stabilitas. Ia menekankan pentingnya pengoperasian gas dan rem secara halus guna menjaga keseimbangan motor. Kecepatan juga harus dijaga tetap konsisten, dengan menghindari akselerasi maupun pengereman mendadak yang dapat mengganggu stabilitas, terutama bagi pengendara dengan kebutuhan khusus.

Selain itu, pengendara difabel disarankan untuk memberikan jarak aman ekstra dengan kendaraan di depan. Ruang yang lebih luas akan memberikan waktu reaksi yang lebih baik saat terjadi situasi tak terduga. Kemampuan mengantisipasi potensi bahaya juga harus diasah sejak dini dengan cara aktif memindai kondisi sekitar, bahkan lebih awal dibanding pengendara pada umumnya.

Agus juga menyoroti pentingnya posisi duduk yang stabil sebagai kunci utama pengendalian kendaraan. Tubuh harus memiliki titik tumpu atau sandaran yang kokoh agar tidak mudah goyah saat berkendara. Aspek ergonomis dalam modifikasi kendaraan pun tak kalah penting, di mana alat bantu harus mudah dijangkau tanpa merusak postur tubuh. Ia menegaskan bahwa modifikasi apa pun tidak boleh menghilangkan atau mengganggu fungsi keselamatan standar pada sepeda motor.

Sementara itu, Mohammad Abdillah memperkuat materi dengan penjelasan mengenai pengetahuan dan etika berkendara. Ia mengingatkan bahwa memahami dan mematuhi rambu serta marka jalan adalah bentuk perlindungan utama bagi setiap pengguna jalan. Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan bersama, sehingga penting untuk saling menghormati, termasuk kepada pejalan kaki dan sesama pengendara.

Baca Juga: Cara Aman Berkendara Motor di Jalan Rusak

Ia juga mengimbau agar pengendara menghindari penggunaan klakson secara agresif dan selalu memberi ruang, terutama kepada pengendara dengan kebutuhan khusus. Sikap sabar menjadi kunci keselamatan, terlebih saat menghadapi kondisi lalu lintas yang padat.

Baca Artikel Asli