OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Pulih dari Gempa, Produksi Toyota di Jepang Kini Terganggu Topan

Berry - Kamis, 13 Agustus 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Toyota kembali menghadapi gangguan produksi di Jepang setelah sebelumnya sejumlah fasilitasnya terdampak gempa bumi. Kali ini, cuaca ekstrem akibat topan membuat mereka menghentikan sementara aktivitas di sejumlah lini produksi.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang wilayah Kumamoto pada 28 Juli menyebabkan Toyota, Nissan, Honda, Mitsubishi, dan sejumlah perusahaan otomotif lainnya menghentikan produksi.

Gangguan tersebut utamanya dipicu masalah pasokan komponen, logistik, serta kondisi infrastruktur di wilayah terdampak.

Baca Juga : Penampakan Smart #2, Mobil Listrik Mungil Kolaborasi Geely dan Mercedes-Benz

Kehilangan Produksi Model

Toyota kemudian mulai memulihkan kegiatan produksi. Pabrik Miyata di Kyushu, yang memproduksi sejumlah model Lexus seperti ES, UX, RX, dan NX, kembali beroperasi pada 6 Agustus. Pabrik mesin serta fasilitas produksi powertrain hybrid Toyota juga kembali berjalan.

Namun, pemulihan tersebut tidak berlangsung lama. Pada 7 Agustus, Toyota menghentikan 17 lini produksi yang tersebar di sembilan dari 14 pabrik perakitan di Jepang. Gangguan kali ini berkaitan dengan kondisi cuaca dan terganggunya transportasi laut.

Penghentian produksi tersebut menunjukkan bagaimana bencana alam dapat memberikan efek berantai terhadap industri otomotif. Bahkan ketika fasilitas produksi tidak mengalami kerusakan langsung, gangguan pada pemasok maupun jaringan logistik tetap bisa menghentikan aktivitas manufaktur.

Hentikan Operasional

Sebelumnya, gangguan akibat gempa juga dirasakan Nissan. Pabrik Nissan di Kyushu sempat menghentikan produksi dan perusahaan kehilangan output sekitar 5.000 kendaraan. Sejumlah pemasok komponen di wilayah Kumamoto juga mengalami penghentian operasi sehingga memengaruhi ketersediaan suku cadang.

Baca Juga : MG 07 Hybrid Hadir, Jarak Tempuhnya Bikin Mobil Listrik Mikir

Rangkaian gangguan ini kembali memperlihatkan pentingnya ketahanan rantai pasok bagi industri otomotif Jepang. Sistem produksi yang sangat terintegrasi membuat gangguan pada satu wilayah, dapat berdampak pada berbagai pabrik dan produsen.

Bagi Toyota, kondisi tersebut menjadi ujian tambahan setelah perusahaan sebelumnya melakukan penyesuaian rantai pasok akibat gempa besar Jepang pada 2011. Dan dampaknya bagi konsumen Indonesia, model-model CBU dari Jepang akan mengalami keterlambatan pengiriman yang berujung pada waktu inden lebih panjang.

Baca Artikel Asli