Rahasia Baterai Mobil Listrik Awet ada di Strategi Pengisiannya

Kusnadi Chahyono Senin, 26 Januari 2026

KabarOto.com - Memiliki mobil listrik (EV) bukan hanya soal berpindah dari bensin ke daya setrum, tetapi juga tentang mengadopsi kebiasaan baru dalam merawat "jantung" kendaraan, yaitu baterai.

Salah satu fitur yang paling dicari adalah Ultra Fast Charging (UFC). Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan pengisi daya super cepat ini memiliki aturan main tersendiri agar kesehatan baterai (State of Health) tetap terjaga dalam jangka panjang?

Sangat disarankan untuk mencabut pengisian daya saat baterai telah mencapai 80 persen dan mulai mengisi kembali sebelum menyentuh angka di bawah 10 persen. Mengapa demikian? Secara teknis, baterai lithium-ion bekerja paling stabil pada rentang kapasitas menengah.

Baca Juga: Mercedes-AMG SL 43 jadi Salah Satu Legenda Ikon

"Saat pengisian melewati 80 persen, hambatan internal baterai akan meningkat, yang menyebabkan kecepatan pengisian menurun drastis untuk melindungi sel baterai dari panas berlebih," ujar Arwani Hidayat, Ketua Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) saat berbincang dengan jurnalis, Sabtu, 24 Januari.

Mengisi hingga 100 persen menggunakan Ultra Fast Charger secara terus-menerus dapat mempercepat degradasi baterai karena tekanan kimiawi yang tinggi.

Banyak pengguna mengira bahwa semakin besar daya charger, maka semakin cepat pula mobil terisi. Padahal, Arwani menyatakan bahwa faktor penentu utamanya adalah suhu baterai.

Pastikan berkendara sewajarnya agar pengisian baterai bisa lebih cepat ketika menggunakan Ultra Fast Charging

"Mobil listrik memiliki sistem manajemen suhu (Thermal Management System) yang sangat sensitif," yakin dia.

Jika Anda baru saja memacu mobil dengan kecepatan tinggi di jalan tol atau berkendara secara agresif, suhu baterai akan meningkat secara signifikan. Saat Anda langsung mencolokkan mobil ke Ultra Fast Charger dalam kondisi baterai panas, sistem komputer mobil secara otomatis akan membatasi daya masuk demi keamanan.

Hasilnya, pengisian justru akan terasa lebih lama (lemot) meskipun Anda menggunakan perangkat pengisi daya paling canggih sekalipun.

Arwani menyatakan bahwa berkendara dengan mobil listrik secara wajar dan tidak ugal-ugalan bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga soal efisiensi pengisian daya.

"Dengan gaya berkendara yang tenang, suhu baterai akan berada dalam rentang optimal," ujarnya.

Saat baterai berada dalam kondisi suhu yang ideal (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin), baterai dapat menerima arus maksimal dari Ultra Fast Charger dengan lebih stabil.

Baca Juga: Perhatikan Ini agar Mobil Listrik Tidak Mudah Terbakar!

Inilah yang membuat proses pengisian menjadi jauh lebih cepat dibandingkan saat sistem harus bekerja keras mendinginkan baterai terlebih dahulu sebelum memulai proses charging cepat.

Arwani menegaskan bahwa Ultra Fast Charger adalah solusi luar biasa untuk perjalanan jarak jauh, namun penggunaan yang bijak dengan mengikuti kaidah 10-80% dan menjaga gaya berkendara tetap stabil akan sangat berdampak pada usia pakai baterai.

Sebab dengan menjaga suhu tetap ideal, Anda tidak hanya melindungi investasi kendaraan Anda, tetapi juga menghemat waktu tunggu di stasiun pengisian.

Bagikan

Baca Original Artikel