KabarOto.com - Jeda panjang tak terduga dalam kalender Formula 1 2026 berpotensi merugikan Red Bull Racing dalam persaingan musim ini. Situasi ini muncul setelah dua balapan di Timur Tengah, yakni Bahrain dan Arab Saudi, dibatalkan akibat konflik Iran.
Akibatnya, terdapat jeda sekitar lima minggu antara Grand Prix Jepang 2026 pada 29 Maret dan Grand Prix Miami 2026 pada 3 Mei.
Di awal era regulasi baru, Red Bull belum tampil optimal. Tim tersebut masih dibayangi persoalan performa dan keandalan, sehingga kini tertahan di posisi kelima klasemen konstruktor dengan raihan 12 poin dari dua balapan awal.
Balapan di Suzuka akhir pekan ini menjadi seri terakhir sebelum jeda panjang dimulai. Bagi sejumlah tim seperti Aston Martin F1 Team dan Williams Racing, situasi ini justru bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki performa.
Jeda Balapan Berpengaruh ke Performa Mobil
Namun, pembalap muda Isack Hadjar menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya menguntungkan bagi Red Bull. Menurutnya, berkurangnya jumlah balapan berarti berkurang pula kesempatan memahami unit daya baru.
"Semakin banyak balapan yang kita jalani, semakin kita memahami mobil dan semakin dekat dengan tim-tim terdepan," ujarnya. "Dari sisi itu, ini sedikit merugikan kami."
Baca Juga: Opel GSE Formula E Team Siap Berlaga pada Musim 2026
Sementara itu, Max Verstappen menilai jeda panjang tidak hanya menguntungkan satu tim. Ia menegaskan semua tim memiliki waktu yang sama untuk mengembangkan mobil.
"Memang ada waktu tambahan untuk meningkatkan performa, tapi tim lain juga melakukan hal yang sama," kata Verstappen, yang sebelumnya gagal finis di GP China akibat masalah pendinginan ERS.
Laurent Mekies Akui Mercedes sebagai Favorit
Kepala tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, mengakui jarak performa dengan tim rival cukup besar, namun hal itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Ia menyebut Mercedes memang sudah diprediksi tampil kuat sejak pramusim.
Sejauh ini, Mercedes tampil dominan dengan meraih kemenangan di Australia, China, serta sprint race di Shanghai.
Baca Juga: Invasi Godzilla di Suzuka, TGR Haas F1 Siap Mengguncang F1 Jepang 2026
Meski demikian, Mekies menilai persaingan masih sangat terbuka. Ia memperkirakan musim ini akan diwarnai perang pengembangan yang intens, sehingga peta kekuatan bisa berubah sewaktu-waktu.
"Musim ini akan panjang dan tingkat pengembangannya sangat tinggi. Semua tim akan terus berbenah, jadi tidak ada yang benar-benar menyerah," ujarnya.