KabarOto.com - Mengawali tahun 2026, Renault Master mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan komersial ringan (Large Light Commercial Vehicle) di Eropa. Pencapaian ini diraih baik oleh varian mesin pembakaran internal (ICE) maupun versi listrik murni, Renault Master E-Tech electric.
Generasi kelima yang meraih gelar Van of the Year 2025 ini mendapatkan serangkaian pembaruan fitur teknis, peningkatan ergonomi kabin, penggunaan material daur ulang ramah lingkungan, serta perluasan varian karoseri resmi pabrikan (converted by Renault).
Baca Juga: Mitsubishi Triton Sertoes, Pikap Gagah Bisa Ditebus Rp1,04 Miliar
Kabin Lebih Lapang dan Peningkatan Fitur Keamanan
Menjawab kebutuhan para pengusaha dan armada bisnis, Renault merancang ulang konsol tengah pada varian otomatis dan E-Tech electric. Desain anyar ini memberikan ruang tambahan seluas 90 mm, mempermudah akses mobilitas pengemudi ke area kargo serta memberikan ruang kaki (legroom) yang lebih lega bagi penumpang tengah.
Di sektor keselamatan, seluruh varian penggerak roda depan kini dibekali kamera pemantau perhatian pengemudi (driver attention monitoring camera) dan electric parking brake dengan fitur Auto Hold secara standar. Varian listrik dan otomatis juga mendapatkan Adaptive Cruise Control dengan kontrol di kemudi serta kluster instrumen digital yang diperbarui.
Selama hampir 50 tahun, Renault Master telah mendukung pelanggan bisnis dalam aktivitas sehari-hari mereka. Didaulat sebagai 'Van of the Year' pada tahun 2025, generasi keempat Renault Master kini mendapatkan varian dan fitur baru, bersama dengan dasbor yang dirancang ulang dan lebih fungsional. Dengan beragam pilihan produk dan jajaran kendaraan 'converted by Renault' langsung dari pabrik, Renault Master menjadi van besar terdepan di Eropa pada awal 2026,
ujar Frédéric Clermont, VP LCV Product & Revenue Renault.
Teknologi Baterai Anyar dan Fitur V2G
Pada lini listrik murni, Renault memasok baterai baru buatan Eropa yang dirakit di Pabrik Renault Batilly, Prancis. Meski kapasitasnya tetap 87 kWh, baterai ini mengadopsi kimia mid-nickel yang mengoptimalkan manajemen suhu dan efisiensi pengisian daya.
Baterai ini didukung pengisi daya bidireksional (bidirectional charger) 11 kW atau opsional 22 kW, serta kompatibel dengan fitur Vehicle-to-Grid (V2G) mulai September 2026. Tersedia pula soket daya 220V hingga 3.500W di kabin dan area kargo untuk mengisi ulang perkakas perkakas listrik langsung dari kendaraan.
Selain varian 87 kWh, Renault turut meluncurkan varian chassis-cab baru berkapasitas 40 kWh yang lebih terjangkau untuk operasional perkotaan dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Mahindra Scorpio Lifestyler, SUV Tangguh Rp300 Jutaan
Material Daur Ulang dan Karoseri Pabrikan
Komitmen Renault terhadap ekonomi sirkular ditunjukkan lewat penggunaan 20% plastik daur ulang pada bagian atas dasbor. Material tersebut diperoleh dari kendaraan terpakai (end-of-life vehicles) yang dikembangkan melalui ekosistem "The Future Is Neutral".
Renault juga memperluas jajaran karoseri 'converted by Renault' yang dirakit langsung di pabrik, mencakup varian flatbed, tipper aluminium atau baja hasil kolaborasi dengan karoseri JPM dan Gruau, serta varian kargo kapasitas besar (20–23 m³).

Spesifikasi & Fitur Utama Renault Master 2026
| Parameter / Fitur | Detail Spesifikasi |
| Pilihan Opsi Mesin | Diesel / Petrol ICE & E-Tech Electric |
| Kapasitas Baterai Listrik | 87 kWh (Mid-Nickel) & 40 kWh (Varian Baru) |
| Fitur Daya Bidireksional | Soket 220V (3.500W) + Fitur V2G (Mulai Sept 2026) |
| Material Ramah Lingkungan | 20% Plastik Daur Ulang di Bagian Atas Dasbor |
| Fitur Keselamatan Standar | Driver Attention Camera, Electric Parking Brake + Auto Hold |
| Pilihan Karoseri Pabrikan | Flatbed, Tipper (JPM & Gruau), Kargo Kapasitas Besar (20–23 m³) |