KabarOto.com - Rolls-Royce Motor Cars memperkenalkan Project Nightingale, sebuah koleksi Coachbuild eksklusif yang menggabungkan kebebasan desain kustom, teknologi listrik murni, dan pengalaman berkendara atap terbuka atau open-top yang sangat tenang.
Nama "Nightingale" diambil dari kediaman para desainer dan insinyur Rolls-Royce di Côte d’Azur, Prancis, yang juga terinspirasi dari semangat eksperimental Sir Henry Royce pada tahun 1920-an.
Mobil dua penumpang ini memiliki panjang 5,76 meter atau setara dengan model Phantom dengan proporsi megah yang terinspirasi dari gaya Streamline Moderne era Art Deco.
Baca Juga: Rolls-Royce Cullinan Yachting, Bertema Laut di Seluruh Dunia

Tanpa mesin konvensional, grille Pantheon tampil lebih lebar, hampir 1 meter, dan tampak seolah dipahat dari blok baja tahan karat solid. Lampu depan disusun vertikal untuk memberikan kesan modern yang tajam.
Siluetnya menyerupai torpedo dengan kap mesin panjang dan kabin yang terletak jauh di belakang, memberikan kesan intim dan eksklusif.
Garis bodi yang mengalir dari depan ke belakang terinspirasi dari desain kapal pesiar mewah, dilengkapi dengan pelek 24 inci yang menyerupai baling-baling kapal yang sedang bergerak.
Kabin Project Nightingale dirancang sebagai "dunia untuk berdua" dengan fokus pada ketenangan mutlak. Fitur utama interiornya adalah Starlight Breeze, konstelasi cahaya yang terdiri dari 10.500 "bintang" yang polanya mengikuti gelombang suara kicauan burung Nightingale.
Baca Juga: Sultan Wajib Lirik Coachbuilt Rolls-Royce yang Eksklusif

Menggunakan kulit berkualitas tinggi, aksen kayu Openpore Blackwood, dan kontroler Spirit of Ecstasy yang dibuat dengan ketelitian perhiasan tinggi (haute joaillerie).
Menggunakan material kedap suara unik dari kasmir dan komposit performa tinggi. Saat atap dibuka, kesunyian mesin listrik memungkinkan penumpang menikmati suara alam secara murni. Ditenagai oleh sistem penggerak listrik sepenuhnya (all-electric) yang memberikan tenaga instan tanpa suara mekanis, menciptakan sensasi berkendara seperti sedang berlayar.
Mobil ini hanya 100 unit yang akan diproduksi. Setiap unit akan dikerjakan secara manual (hand-built) di Goodwood, Inggris, dan dipersonalisasi sepenuhnya sesuai keinginan klien melalui program kolaborasi selama beberapa tahun.
Pihaknya bilang bahwa project Nightingale bukan sekadar mobil, melainkan sebuah karya seni bergerak. Dengan menghidupkan kembali lencana merah "EX" (eksperimental), Rolls-Royce membuktikan bahwa masa depan elektrik mereka tetap berpijak pada warisan kemewahan dan ambisi teknis mereka.