OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Sejarah Lancia 037, Warisan Balap legendaris Group B Rally

Kipli - Jumat, 08 Mei 2026
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Pada awal era 1980-an, Lancia kembali dipercaya oleh Grup Fiat untuk memenangkan Kejuaraan Reli Dunia (World Rally Championship). Langkah ini diambil setelah kejayaan Lancia Stratos dihentikan demi kepentingan komersial Fiat 131 Abarth Rally. Meskipun hanya mengandalkan penggerak roda belakang, mobil reli ini mampu mendominasi di tengah kemunculan para pesaing yang mulai menggunakan sistem penggerak empat roda (4WD).

Regulasi reli yang terus berkembang membuat Fiat 131 Abarth Rally yang sebelumnya telah meraih hasil gemilang memerlukan pengganti. Proyek bernomor SE037, yang kemudian menjadi asal-usul nama "037", dikembangkan berdasarkan model Lancia Beta Montecarlo.

Baca Juga: Henri Toivonen, Pembalap 'Korban' Keganasan Rally Group B

Model tersebut sebelumnya telah melahirkan versi kompetisi pada tahun 1978 untuk balapan ketahanan kategori silhouette. Versi jalan raya dari Lancia Rally terbaru ini memulai debutnya di Turin Motor Show 1982. Sebanyak 200 unit harus diproduksi agar model kompetisinya mendapatkan homologasi dalam kategori Grup B.

Struktur hibrida mobil ini memadukan desain monocoque dengan sasis tubular. Dua rangka tambahan (subframe) tubular ditambatkan pada bagian rangka tengah yang diadaptasi dari produksi Beta Montecarlo, membentang dari kaca depan hingga dinding api (firewall) belakang.

Bagian depan menopang suspensidouble wishbone dengan panjang lengan yang tidak sama serta unit radiator. Bagian Belakang menopang blok mesin yang diletakkan di posisi tengah-belakang (rear-mid), transmisi, serta diferensial.

Suspensi belakang juga menggunakan tipe double wishbone yang dilengkapi dua peredam kejut di setiap sisi dan sambungan lengan yang berbeda agar geometri suspensi mudah diubah.

Baca Juga: Group B Rally jadi Balap Terganas dan Paling Kelam di Eranya

Roda mobil ini dilengkapi dengan rem Brembo 4 piston dan ban P7 Corse yang tangguh. Pirelli juga memasok dua tangki bahan bakar keselamatan berkapasitas 35 liter yang dipasang di sisi samping depan roda belakang, termasuk pada versi produksi massal.

Bodi mobil yang dirancang dan diproduksi oleh Pininfarina ini terbuat dari poliester dengan penguatan serat kaca (fiberglass). Secara khusus, kap mesin dan tutup bagasi dirancang agar dapat dilepas dengan sangat cepat guna memudahkan akses ke komponen mekanis.

Sektor mesin dikembangkan oleh Abarth, yang diturunkan dari mesin 2.000 cc 16 katup milik Lancia Trevi. Pada versi jalan raya, pasokan bahan bakar menggunakan karburator twin-barrel.

Kepala insinyur Aurelio Lampredi memilih supercharger tipe Roots buatan Volumex yang disetel oleh Abarth. Teknologi ini lebih dipilih dibandingkan turbo karena responsnya yang lebih unggul dan mampu memberikan dorongan (boost) pada RPM rendah, meskipun secara keseluruhan menghasilkan tenaga yang lebih kecil.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga sebesar 205 dk, yang memungkinkan mobil mencapai kecepatan maksimal 220 kpj dan berakselerasi dari 0 hingga 100 kpj dalam waktu kurang dari 7 detik.

Baca Artikel Asli