OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Sejarah Lancia Stratos HF yang 'Berjantung' Ferrari Dino 246

Kipli - Sabtu, 16 Mei 2026
OtoNews News Mobil

KabarOto.com - Direktur balap Lancia, Cesare Fiorio, berambisi membangun mobil balap baru untuk menggantikan kejayaan Fulvia HF yang masa baktinya hampir berakhir. Nuccio Bertone, desainer bodi ternama, memberikan inspirasi pada tahun 1970 dengan menghadirkan sebuah purwarupa futuristik di Turin yakni Lancia Strato’s Zero. Versi reli dari mobil ini, yang didukung oleh mesin Ferrari, kemudian melahirkan Lancia Stratos HF yang legendaris.

Purwarupa "Strato’s Zero" dipamerkan oleh Bertone di Turin Motor Show tahun 1970. Mobil yang ditenagai mesin Fulvia 1.6 HF ini langsung menggemparkan pers dan publik, sebuah kupe futuristik yang sangat rendah dan ramping, dengan penggerak roda belakang dan mesin belakang, namun tanpa pintu. Bagaimana cara pengemudi masuk ke dalamnya? Dengan membuka kaca depan yang lebar!

Cesare Fiorio, yang saat itu memang tengah memikirkan mobil reli bermesin belakang baru untuk kompetisi guna menggantikan Fulvia yang mulai ketinggalan zaman, berhasil meyakinkan manajer umum baru Lancia, Pier Ugo Gobbato, untuk berinvestasi dalam proyek tersebut. Purwarupa baru garapan Bertone dengan desain karya Marcello Gandini ini menjadi tantangan sekaligus sumber inspirasi bagi Fiorio untuk merancang Lancia baru yang akan mendominasi Kejuaraan Reli Dunia (WRC).

Baca Juga: Sejarah Lancia 037, Warisan Balap legendaris Group B Rally

Namun, mesin yang bertenaga sangatlah krusial untuk menghadapi persaingan yang sengit. Satu per satu opsi mesin dari Grup Fiat ditolak, mulai dari mesin boxer Lancia Flavia hingga mesin V6 milik Fiat 130. Pilihan akhirnya jatuh pada mesin V6 dari Ferrari Dino 246, dengan klaim kualitas tenaga dan keandalannya telah teruji dengan sangat baik.

Fiorio dan Gobbato akhirnya berhasil membujuk Enzo Ferrari untuk memasok mesin dalam jumlah besar guna memenuhi syarat persetujuan FIA. Berdasarkan regulasi Federasi Internasional, pabrikan wajib membangun setidaknya 500 unit identik untuk mendapatkan homologasi balap di Grup 4.

Sejak kejadian itu, lahir "monster lintasan" sejati (orang Prancis menjulukinya bête à gagner atau "monster pemenang") yang memadukan mesin tengah-belakang posisi transversal, suspensi McPherson di belakang, dan double wishbone di depan.

Segala aspek pada mobil ini dirancang khusus untuk reli, dimulai dari kap depan dan bagasi yang terbuat dari dua cangkang ringan yang menyatu dengan sepatbor. Desain ini memungkinkan bukaan yang lebar dan cepat, sehingga mekanik tim memiliki akses langsung ke mesin dan sasis saat balapan.

Baca Juga: Kisah Audi Quattro, Legenda yang Mengganas di Ajang Rally Era 1980an

Bentuk baji (wedge shape) futuristik dari purwarupa awal tetap dipertahankan pada versi definitif Stratos, yang seketika menjadi ikon sportivitas Lancia. Ruang kemudinya sangat terbatas, hanya cukup untuk dua kursi dan sedikit ruang tambahan, namun tersedia dua kompartemen di bagian dalam pintu samping untuk menyimpan helm balap.

Satu tahun setelah presentasi Strato's Zero, versi yang dilengkapi mesin Dino 246 memulai debutnya di Turin Motor Show 1971. Meski tampilannya sedikit kurang futuristik dibanding konsep awalnya, menurut kata-kata Nuccio Bertone, "Mobil ini membalut pengemudi dan navigator dengan ketat, layaknya baju olahraga bagi seorang atlet, yang secara praktis memamerkan otot-otot mereka."

Baca Artikel Asli