Kisah Audi Quattro, Legenda yang Mengganas di Ajang Rally Era 1980an

Kipli
Kipli
Rabu, 21 Januari 2026
Kisah Audi Quattro, Legenda yang Mengganas di Ajang Rally Era 1980an

Kisah Audi Quattro (Foto: Audi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Audi dikenal sebagai produsen mobil premium asal Jerman, dan sering dikaitkan rivalitasnya dengan Mercedes-Benz dan BMW. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa Audi pernah melahirkan tipe Quattro yang merupakan sebuah 'monster' di lintasan rally dunia.

Asal mula penamaan Quattro, merujuk kepada sistem penggerak empat roda yang disematkan pada varian tersebut, hasilnya adalah sensasi luar biasa di dunia balap sejak tahun 1981 karena Audi quattro dengan cepat bertransformasi menjadi mobil juara.

Lebih dari itu, Audi berhasil menghadirkan pergeseran paradigma, yang membuat para kompetitor terpaksa mengikuti langkah mereka. Hingga hari ini, penggerak empat roda tetap menjadi tolok ukur utama dalam Kejuaraan Reli Dunia (WRC). Pada tahun 1984, untuk pertama kalinya Audi menawarkan sistem quattro di seluruh lini modelnya.

Baca Juga: Group B Rally jadi Balap Terganas dan Paling Kelam di Eranya

Audi quattro memenangkan Reli Jänner di Austria pada debut perdananya, Januari 1981. Sebulan kemudian di Swedia, duet pembalap Hannu Mikkola dan Arne Hertz meraih kemenangan pertama dalam putaran kejuaraan dunia. Ketika rekan setim mereka, Michèle Mouton dan Fabrizia Pons, menjuarai Reli San Remo pada bulan Oktober, sejarah tercipta sebagai kemenangan pertama bagi kru pembalap wanita.

Audi terus mengandalkan seri quattro dengan wheelbase (jarak sumbu roda) panjang hingga 1984. Di tahun 1982, perusahaan ini memenangkan gelar juara dunia kategori manufaktur untuk pertama kalinya, dan pada 1983, Hannu Mikkola serta Arne Hertz menjadi juara dunia pertama yang menggunakan mobil berpenggerak empat roda.

Sejalan dengan Audi quattro, Audi Sport quattro dengan wheelbase yang lebih pendek dan mesin baru berteknologi 4 katup per silinder diluncurkan pada Mei 1984. Stig Blomqvist dan Björn Cederberg, yang berlaga menggunakan model wheelbase panjang maupun versi pendek, berhasil mendominasi perebutan gelar juara. Pada saat yang sama, gelar juara kategori manufaktur jatuh ke tangan Audi untuk kedua kalinya.

Pada tahun 1985, Audi Sport quattro S1 E2 memulai debutnya dengan desain aerodinamika yang spektakuler dan berbagai pengembangan teknis baru. Walter Röhrl dan Christian Geistdörfer merayakan kemenangan luar biasa di Reli San Remo. Secara total, Audi memenangkan 23 seri kejuaraan dunia mulai dari kategori Grup 4 hingga akhir era Grup B yang legendaris.

Di luar Kejuaraan Reli Dunia, Audi quattro juga terbukti menjadi yang paling tangguh dalam ajang mendaki buit (hill climb) paling terkenal di dunia. Setelah partisipasi awal pembalap Amerika, John Buffum, Audi Sport turut terjun dalam ajang Pikes Peak di Colorado, AS.

Berikut rangkaian pencapaian lainnya.

1984: Pembalap pabrikan Michèle Mouton memenangkan kelas reli dengan Audi Sport quattro.

1985: Ia juga meraih kemenangan umum pertama dengan model yang sama.

1986: Bobby Unser memenangkan "Race to the Clouds" menggunakan versi E2.

1987: Dengan versi yang lebih ekstrem, Audi tidak hanya mencetak hat-trick. Walter Röhrl mencetak rekor baru dengan catatan waktu 10:47,85 menit di lintasan menantang tanpa pembatas jalan di lereng gunung setinggi 4.301 meter tersebut.

Baca Juga: Toyota Celica GT-Four, Senjata Rally Legendaris yang Kontroversial

Audi tidak hanya mengukir sejarah di Grup B. Audi 200 quattro menjadi mobil pilihan di Grup A sepanjang tahun 1987. Audi mengikuti seri kejuaraan terpilih dengan mobil reli bertenaga sekitar 240 dk ini, termasuk Reli Monte Carlo dan Reli Safari di Kenya.

Setelah Walter Röhrl dan Christian Geistdörfer finis di posisi ketiga pada debut mereka di Monte Carlo, Hannu Mikkola dan Arne Hertz berhasil merebut kemenangan di Afrika Timur, mengungguli rekan setim mereka dari Jerman.

Pencapaian ini menandai tonggak sejarah lainnya bagi pabrikan berlogo empat cincin tersebut, untuk pertama kalinya, mobil berpenggerak empat roda memenangkan kompetisi sejauh 4.000 kilometer di Kenya, yang dikenal sebagai salah satu ajang paling berat dan tak kenal ampun.

Tags:

#Audi Quattro #Group B Rally #World Rally Championship

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan