OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Serbuan Truk Tiongkok Ancam Industri Karoseri Lokal

Nagata - Senin, 08 Juni 2026
OtoKomersial

KabarOto.com - Truk asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia secara masif membuat industri karoseri kalang-kabut, pasalnya truk yang banyak diperuntukan di area pertambangan ini datang secara komplit beserta bak atau tempat muatannya.

Direktur PT Metalindo Teknik Utama (MTU) Karoseri, Syarifuddin Tangka mengungkapkan bahwa serbuan truk Tiongkok yang masuk ke Tanah Air telah mengancam industri karoseri lokal karena armada tersebut dinilai melanggar peraturan dan ketentuan yang ada di Indonesia.

"Sudah dua sampai tiga tahun kebelakang ini masuknya truk Cina sangat berdampak sekali bagi karoseri lokal, karena mereka datang itu sudah lengkap dengan dumpnya kalau yang untuk pertambangan, jadi jangan hitung Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) truk itu," kata Syarifuddin di Karawang, beberapa waktu lalu.

Baca juga: DCVI dan MTU Kolaborasi, Menghadirkan Standar Mutu Truk Mercedes-Benz

Ilustrasi pabrik karoseri lokal

Menurut Syarifuddin, dengan serbuan tersebut selain industri karoseri yang terancam pihak APM pun juga merasakan hal yang sama dengan penjualan yang pastinya sangat terganggu dan pihaknya juga sudah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

"Contohnya saat belum ada impor truk Cina ini, orderan kita itu bisa 30 sampai 50 unit tiap satu bulannya. Sekarang ya jangan harap, 1 atau 2 orderan saja yang masuk ke kami terlihat jelas perbedaan yang sangat jauh," uajrnya.

Ilustrasi proses embuatan karoseri. (Foto: Niaga Jaya Teknik)

Syarifuddin juga mengatakan bahwa pihaknya melalui Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) sudah berkali-kali bertemu dengan perwakilan pemerintah maupun kementerian untuk menyuarakan keresahan yang terjadi ini.

"Sekarang kami ini selalu memenuhi dan menaati peraturan pemerintah terkait pembuatan karoseri tidak boleh ODOL, kemudian APM yang juga memenuhi peraturan. Sedangkan truk asal Cina ini datang dengan mesin Euro 2 atau Euro 3 yang bukan standart dari pemerintah," ungkapnya.

Dengan impor truk Tiongkok yang saat ini mengalir sangat deras tambah Syarifuddin, betul-betul terlihat sangat miris, karena industri dalam negeri harus menaati peraturan yang ada sementara yang impor, malah jauh dari peraturan.

Baca juga: Nissan Navara Pro Plug-in Hybrid Unjuk Gigi di PIMS 2026, Siap Ekspor!

Baca Artikel Asli