OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Sony Honda Mobility Mimpi Bangun EV Kandas, Batalkan AFEELA 1

Kusnadi Chahyono - Kamis, 26 Maret 2026
OtoNews Mobil News

KabarOto.com - Kabar mengejutkan datang dari industri otomotif global, Sony Honda Mobility (SHM) secara resmi mengumumkan pembatalan produksi sedan listrik AFEELA 1 serta model kedua yang direncanakan.

Keputusan drastis ini menandai berakhirnya ambisi ambisius kolaborasi dua raksasa teknologi dan otomotif Jepang tersebut dalam menghadirkan kendaraan listrik (EV) pintar di pasar global.

Proyek yang awalnya dijadwalkan mulai masuk tahap pemesanan pada 2025 ini kini harus terkubur akibat perubahan road map strategis dari salah satu induk perusahaan.

Penyebab utama kegagalan joint venture ini berakar pada langkah mundur Honda terkait komitmen elektrifikasi mereka (electrification retreat). Honda dilaporkan menarik kembali dukungan teknologi fundamental yang sebelumnya dipersiapkan untuk menopang program kendaraan SHM.

Baca Juga: Volkswagen Recall 94.031 Mobil Listriknya, Ada Masalah pada Modul Baterai

Tanpa platform dan infrastruktur teknologi dari Honda, Sony kehilangan landasan utama untuk memproduksi fisik kendaraan, meskipun mereka telah mengembangkan sistem hiburan dan sensor kecerdasan buatan (AI) yang sangat canggih untuk kabin mobil tersebut.

Kendala teknis menjadi tembok besar bagi Sony Honda Mobility dalam mewujudkan AFEELA. Sebagai perusahaan teknologi, Sony sangat bergantung pada keahlian manufaktur dan arsitektur powertrain listrik milik Honda.

AFEELA dirancang bukan sekadar sebagai mobil

Ketika Honda memutuskan untuk mengubah fokus atau mengurangi investasi pada platform EV tertentu karena kondisi pasar global yang dinamis, seluruh rencana produksi AFEELA kehilangan basis pengembangan mekanisnya. Hal ini membuat integrasi antara perangkat lunak Sony dan perangkat keras Honda menjadi mustahil untuk dilanjutkan.

Selain masalah internal kemitraan, pergeseran tren pasar otomotif dunia juga turut memperkeruh situasi. Banyak produsen otomotif tradisional kini mulai mengevaluasi ulang kecepatan transisi mereka ke kendaraan listrik murni akibat melambatnya permintaan di beberapa wilayah dan tingginya biaya produksi baterai.

Langkah Honda untuk menarik diri dari teknologi pendukung SHM diduga merupakan bagian dari strategi penghematan biaya dan fokus ulang pada lini produk yang dianggap lebih menguntungkan dalam jangka pendek hingga menengah.

Baca Juga: Daftar Mobil Hybrid Terlaris di Indonesia Februari 2026, Toyota Veloz Hybrid Masuk Lima Besar

Hal lain yang membuat AFEELA terkendala adalah tingginya ketergantungan pada ekosistem digital yang sangat spesifik. AFEELA dirancang bukan sekadar sebagai mobil, melainkan sebagai perangkat hiburan berjalan yang terintegrasi dengan PlayStation dan layanan streaming Sony.

Tanpa dukungan platform kendaraan yang stabil dari Honda, Sony tidak memiliki kapasitas untuk membangun mobil dari nol secara mandiri. Kegagalan ini menunjukkan betapa sulitnya menyatukan dua filosofi industri yang berbeda antara kecepatan inovasi perangkat lunak dan kompleksitas manufaktur alat transportasi.

Pembatalan ini meninggalkan kekosongan besar dalam sejarah inovasi otomotif Jepang yang sempat diharapkan menjadi pesaing serius bagi Tesla dan produsen EV asal China.

Bagi para calon konsumen yang telah menantikan kehadiran "mobil PlayStation" ini, pengumuman tersebut menjadi antiklimaks dari presentasi memukau yang sempat dipamerkan di ajang CES selama beberapa tahun terakhir.

Kini, Sony dan Honda dilaporkan akan mengevaluasi kembali bentuk kerja sama mereka di masa depan, meski prospek kehadiran mobil listrik bermerek AFEELA sudah dipastikan berakhir.

Baca Artikel Asli