KabarOto.com - Maraknya peredaran suku cadang atau spare part kendaraan palsu di pasaran kerap menjadi godaan bagi para pemilik kendaraan. Harga yang jauh lebih miring, bahkan bisa mencapai separuh dari harga suku cadang asli, menjadi alasan utama banyak orang tergiur.
Terdengar menggiurkan, namun di balik penghematan jangka pendek tersebut, ada risiko besar yang mengintai, mulai dari penurunan performa mesin hingga ancaman keselamatan jiwa saat berkendara.
Baca Juga: Kenali Ragam Slow Moving Parts di Mobil dan Periode Gantinya
Parts Orisinal QC Ketat
Suku cadang palsu diproduksi tanpa melalui standar kontrol kualitas (quality control) dan riset ketat layaknya komponen orisinal. Dampak jangka pendeknya mungkin tidak langsung terlihat, namun secara bertahap akan merusak komponen lain di dalam kendaraan,
kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.
Sebagai contoh, penggunaan filter oli atau kanvas rem KW dapat menyebabkan kehausan mesin yang prematur hingga kegagalan fungsi rem (blong). Kerusakan berantai ini justru membuat biaya perbaikan membengkak berlipat-lipat dibanding harga spare part asli yang seharusnya dibeli sejak awal.
Baca Juga: Beragam Istilah Fitur ADAS di Mobil Modern dan Penjelasannya
Petaka Gunakan Parts Palsu
Menggunakan spare part palsu itu ibarat menabung masalah. Banyak pengendara merasa untung karena bisa hemat ratusan ribu rupiah di awal. Padahal, ketika suku cadang palsu itu gagal berfungsi, seperti kanvas rem yang aus mendadak atau tali kipas yang putus di jalan tol, dampaknya bukan cuma merusak sistem kendaraan lain, tapi bisa memicu kecelakaan fatal. Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada selisih harga komponen,
ujarnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik kendaraan untuk lebih bijak dan teliti sebelum membeli suku cadang. Membeli di diler resmi atau toko terpercaya mungkin terasa sedikit lebih mahal, namun hal tersebut merupakan investasi terbaik untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal dan memastikan perjalanan serta keluarga selalu aman.