KabarOto.com - Perjalanan panjang selalu menjadi cara terbaik untuk benar-benar mengenal sebuah mobil. Bukan sekadar spesifikasi di atas kertas, tapi bagaimana kendaraan dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan, ritme berkendara, hingga kenyamanan yang ditawarkan dalam durasi panjang.
Itulah yang dirasakan KabarOto.com saat melakukan tes drive Chery Tiggo 8 CSH, total perjalanan yang ditempuh 1.010 kilometer, dimulai dari Tangerang Selatan, melintasi Tol Trans Jawa, keluar di Brebes, lalu berlanjut ke Bumiayu, Purwokerto, Pemalang, Pekalongan, Bandung dan kembali ke Tangerang Selatan. Jalur yang dilintasi beragam, jalan beton, aspal, bebatuan dan tanah.
Baca Juga: Merasakan 14 Fitur ADAS Canggih Chery Tiggo 8 CSH
Perjalanan dimulai dari Tangerang Selatan dengan kondisi tangki terisi penuh sekitar 55 liter bahan bakar RON 92. Di perbatasan Provinsi DKI Jakarta dan Banten, mobil ini langsung dihadapkan pada kondisi lalu lintas padat perkotaan, kecepatan hanya berkisar 50 kpj saja. Di sini, sistem hybrid Chery Tiggo 8 CSH langsung menunjukkan keunggulannya. Motor listrik bekerja melintasi jalan raya.
Baterai saat perjalanan 30 persen, kemudian berkurang menjadi 22 persen. Saat itu, baterai akan terisi kembali menjadi 35 persen dengan sistem penggerak. Pergantian dari mesin konvensional ke listrik, begitu pula sebaliknya, tidak terasa, sangat halus.
Masuk ke tol Trans Jawa, karakter mobil menjadi lebih santai namun bertenaga. Akselerasi terasa responsif ketika dibutuhkan, terutama saat menyalip kendaraan lain di kecepatan tinggi. Transisi antara tenaga listrik dan mesin bensin berlangsung nyaris tanpa terasa, memberikan pengalaman berkendara yang mulus.
Menyusuri Jalur Pantura dan Selatan Jawa Tengah
Keluar di Brebes, perjalanan dilanjutkan ke jalur yang lebih variatif—mulai dari jalan nasional hingga jalur menanjak dan berkelok seperti menuju Bumiayu dan berakhir di Purwokerto. Di sinilah performa mesin dan kestabilan mobil benar-benar diuji.
Didukung mesin 1.500 cc Turbo (ACTECO H4J15) dikombinasikan dengan baterai 18.3 kWh Lithium Iron Phosphate (LFP), mampu menghasilkan tenaga 341 dk dan torsi 525 Nm. Tenaga tersebut mamu melibas semua kondisi jalan, tanpa ada hambatan di putaran awal hingga tengah sampai atas.
Kenyamanan Suspensi
Suspensi mampu meredam berbagai kontur jalan, dari aspal mulus hingga permukaan yang tidak rata. Handling-nya cukup presisi untuk ukuran SUV besar, sehingga tetap percaya diri saat melibas tikungan. Setelah selesai beristirahat di kota Perwira, perjalanan kembali dimulai.
Masuk ke wilayah Purbalingga ke Pemalang, kondisi jalan perbukitan menanjak, menurun dan menikung, disertai dan rintik hujan. Selain itu, kepadatan lalu lintas dengan kombinasi kendaraan besar dan sepeda motor membuat kewaspadaan harus terjaga. Di sinilah fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System) benar-benar menunjukkan perannya dalam membantu pengemudi.
Baca Juga: Test Drive Chery Tiggo 8 CSH Serpong - Yogyakarta: Nyaman, Canggih dan Irit BBM
Sistem pengereman otomatis atau Autonomous Emergency Braking (AEB) bekerja aktif memantau objek di jalan berkelok naik turun khas pegunungan. Dalam beberapa situasi ketika kendaraan di depan tiba-tiba melambat, sistem ini sigap memberikan peringatan hingga melakukan pengereman jika diperlukan, membantu mencegah potensi tabrakan.
Fitur Adaptive Cruise Control juga sangat membantu saat melaju di jalan nasional juga tol. Mobil mampu secara otomatis menyesuaikan kecepatan mengikuti kendaraan di depan, menjaga jarak aman tanpa perlu terus-menerus menginjak pedal gas dan rem. Ini sangat mengurangi kelelahan, terutama dalam perjalanan panjang.
Selain itu, tersedia Lane Departure Warning dan Lane Keeping Assist yang akan memberikan peringatan ketika mobil mulai keluar jalur tanpa sengaja. Bahkan, sistem akan membantu mengoreksi arah setir agar tetap berada di jalur yang benar. Dalam kondisi lelah, fitur ini terasa sangat penting.
Tak kalah menarik, terdapat pula Driver Attention Monitoring yang mampu mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau kantuk pada pengemudi. Saat sistem mendeteksi pola berkendara yang tidak stabil, akan muncul peringatan untuk beristirahat. Fitur ini menjadi pengingat yang sangat relevan dalam perjalanan sejauh lebih dari 1.000 km seperti ini.
Head unit berukuran 15,6 inci, dengan resolusi 2.5K high-definition, menampilkan navigasi dan multimedia, kontrol AC dan fitur kendaraan, tampilan kamera 540° HD panoramic serta beragam pengaturan mode berkendara dan sistem hybrid. Sementara itu, instrumen cluster berukuran 10,25 inci menampilkan informasi dasar berkendara, seperti spidometer, tachometer, odometer dan trip meter digital, jam digital.
Fitur penunjang hybrid juga ditampilkan, seperti level baterai, mode berkendara seperti EV/Hybrid/Engine, konsumsi energi dan BBM, range jarak tempuh (EV & kombinasi) Informasi keselamatan dan peringatan sabuk pengaman, warning pintu terbuka, engine warning Tire Pressure Monitoring (TPMS), indikator sistem rem ABS, ADAS dan fitur bantuan berkendara
Cluster ini juga bisa menampilkan Lane assist atau lane departure warning, blind spot monitoring, adaptive cruise control, Sensor parkir dan kamera 360°. Semua informasi tersebut sangat berguna bagi pengemudi, untuk lebih waspada tanpa khawatir kondisi sekitar kendaraan.
Kenyamanan Kabin: Kunci Perjalanan Panjang
Selama perjalanan sejauh lebih dari 1.000 km tentu melelahkan, jika mobil tidak menawarkan kenyamanan memadai. Untungnya, ini menjadi salah satu keunggulan utama Chery Tiggo 8 CSH. Jok pengemudi dirancang ergonomis, dengan penopang punggung yang baik dan pengaturan elektrik, memudahkan menemukan posisi ideal. Bahkan setelah berjam-jam mengemudi, rasa lelah masih bisa ditekan.
Jok penumpang depan tidak kalah nyaman, dengan ruang kaki yang lega, bantalan empuk, ada pemijatnya. Sementara itu, baris kedua dan ketiga juga cukup ramah untuk penumpang dewasa, Kaki nyaman tidak mentok ke jok depan. Kabin terasa senyap, terutama saat mobil berjalan dalam mode listrik. Ini memberikan suasana berkendara yang lebih rileks, cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga.
Salah satu yang penting dalam perjalanan lintas kota adalah kapasitas bagasi. Dalam kondisi normal, ruang bagasi sudah cukup untuk kebutuhan harian. Namun saat jok baris ketiga dilipat, ruang yang tersedia menjadi sangat luas.
Bahkan ketika jok baris kedua juga dilipat sebagian, bagasi mampu menampung berbagai barang bawaan seperti koper besar, tas perjalanan, hingga oleh-oleh khas daerah seperti makanan dan barang belanjaan lainnya.
Tol trans Jawa kembali dilewati menuju arah balik menuju Bandung. Masuk tol Pekalongan sampai Cikopo Palimanan dan berbelok ke Cisumdawu dilewati dengan beragam hambatan.
Kondisi jalan kembali menantang dengan kombinasi tanjakan dan tikungan di Cisumdawu. Namun mobil tetap menunjukkan performa konsisten. Penerangan jalan yang minim, mampu disoroti dengan pencahayaan dari LED yang bisa menyesuaikan dengan kegelapan.
Sesampainya di Bandung, perjalanan panjang ini terasa seperti pembuktian menyeluruh. Tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga kenyamanan, performa, dan kepraktisan. Bahan bakar masih tersisa seperempat atau sekitar 250 kilometer. Hingga keesokan harinya, kembali ke Tangerang Selatan, dengan melintasi tol Cipularang, Ke tol Fungsional Jakarta Cikampek 2 sampai Cijago dan tiba di Pamulang, sisa bahan bakar masih di 85 kilometer.
Efisiensi Bahan Bakar
Selama perjalanan pergi tanpa melakukan pengisian daya baterai eksternal, konsumsi bahan bakar rata-rata mencapai 1:25 kpl. Angka ini sudah tergolong sangat impresif untuk SUV besar dengan kapasitas penumpang hingga tujuh orang.
Namun, kejutan sebenarnya datang ketika baterai diisi ulang. KabarOto mengisi baterai full, mulai dari 20 - 100 persen hanya 30 menit saja, dengan pengisian DC Fast Charging milik PLN di rest area.
Dalam kondisi baterai terisi penuh, dapat melaju hingga 90 kilometer, sehingga efisiensi melonjak hingga menyentuh angka 1:50 kpl. Ini menunjukkan bahwa sistem plug-in hybrid pada mobil ini bukan sekadar gimmick, tetapi benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi.
Baca Juga: Menjajal Tol Fungsional Purwomartani-Prambanan dari Jogja Menuju Semarang dengan Chery Tiggo 8 CSH
Kesimpulan
Tes drive sejauh 1.010 km ini menunjukkan bahwa Chery Tiggo 8 CSH bukan sekadar SUV keluarga biasa. Ia menawarkan paket lengkap: efisiensi bahan bakar yang mengesankan, kenyamanan kabin untuk perjalanan panjang, fitur ADAS yang komprehensif seperti pengereman otomatis, adaptive cruise control, peringatan keluar jalur, hingga deteksi kantuk pengemudi, serta fleksibilitas ruang yang sangat berguna.