Ubah Pabrik Jadi Markas Robot, Tesla Hentikan Produksi Model S dan Model X
KabarOto.com - Dunia otomotif dikejutkan oleh keputusan radikal Elon Musk. Ia mengumumkan penghentian produksi dua model paling ikonik Tesla, yaitu Model S dan Model X. Keputusan ini secara otomatis membubarkan akronim legendaris "S3XY" yang selama ini menjadi identitas jajaran produk Tesla (S, 3, X, dan Y).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Tesla kini sedang melakukan pivot atau pergeseran besar-besaran dari produsen mobil listrik murni menjadi perusahaan robotika dan kecerdasan buatan (AI) berskala global.
Baca Juga: Tesla Lengkapi Mobil Listriknya dengan Alat Darurat Escape Tool
Alasan utama di balik penghentian dua model kelas atas ini adalah kebutuhan ruang manufaktur sangat besar. Fasilitas produksi di pabrik Fremont, California, yang selama ini menjadi rumah bagi perakitan Model S dan Model X, akan segera dirombak total.
Lahan tersebut akan dialihfungsikan menjadi pusat produksi massal Optimus, robot humanoid buatan Tesla. Elon Musk memproyeksikan bahwa robot Optimus akan menjadi produk paling bernilai dalam sejarah manusia, dengan target produksi mencapai jutaan unit per tahun. Menurut Musk, efisiensi ekonomi yang dihasilkan oleh robot akan jauh melampaui keuntungan dari menjual mobil sedan atau SUV mewah.

Selain faktor robotika, data menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Model S dan Model X terus mengalami penurunan signifikan. Meskipun Model S adalah mobil yang memicu revolusi EV pada 2012, dan Model X memukau dunia dengan pintu Falcon Wing-nya, kedua mobil ini mulai terlihat tua di hadapan kompetitor baru seperti Lucid Air atau Porsche Taycan.
Sepanjang tahun 2025, angka pengiriman Model S dan X hanya menyumbang sebagian kecil dari total pendapatan Tesla. Mayoritas keuntungan perusahaan kini ditopang oleh Model 3 dan Model Y yang lebih terjangkau, serta Cybertruck karena mulai memenuhi jalan.
Bagi pemilik Model S dan Model X, Tesla memastikan dukungan perangkat lunak, suku cadang, dan jaringan Supercharger akan tetap tersedia untuk jangka panjang. Namun, bagi mereka yang ingin membeli unit baru, jendela pemesanan akan segera ditutup sebelum jalur produksi resmi dihentikan sepenuhnya pada kuartal kedua 2026.
Baca Juga: Geser Tesla, BYD Jadi Produsen Mobil Listrik Terbesar
Sebagai gantinya, mereka menjanjikan kehadiran Tesla Roadster generasi terbaru yang dijadwalkan debut pada April 2026. Roadster diposisikan sebagai produk halo terakhir bagi mereka yang masih ingin mengemudikan mobil secara manual di tengah gempuran teknologi otonom.
Keputusan ini menandai akhirnya sebuah babak penting dalam sejarah transportasi. Tesla yang dulu dikenal sebagai perusahaan pembuat mobil listrik, kini bertransformasi menjadi penyedia tenaga kerja robotik.
Strategi ini dianggap berisiko tinggi oleh banyak analis pasar, namun bagi Elon Musk, ini adalah langkah logis untuk memastikan Tesla tetap relevan dalam dekade mendatang karena dominasi AI.
Baca Original Artikel