KabarOto.com - Volkswagen memamerkan Mission Efficiency, mobil listrik konsep yang diklaim sebagai salah satu kendaraan listrik paling efisien yang pernah ada.
Model ini dirancang untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh aerodinamika dan bobot terhadap konsumsi energi serta jarak tempuh.
Spesifikasi Mesin
Mission Efficiency menggunakan platform MEB+ yang juga menjadi basis Volkswagen ID. Polo dan ID. Cross. Mobil ini mengandalkan motor listrik bertenaga 99 kW atau sekitar 133 dk yang ditempatkan di bagian depan, serta baterai berkapasitas 54,9 kWh.
Baca Juga : Bus Baru Hino Ini Adopsi Transmisi ZF TraXon 2, Bikin Rem Jarang Disentuh?
Salah satu keunggulan utamanya adalah koefisien hambatan udara atau Cd yang hanya 0,158. Angka tersebut dicapai melalui desain bodi berbentuk tetesan air, roda belakang yang sebagian tertutup, bagian kolong yang sepenuhnya dilapisi penutup, serta active cooling flaps untuk mengatur aliran udara.
Dalam pengujian ideal dengan kecepatan konstan 68 kpj dan tanpa penggunaan sistem pendingin kabin, Mission Efficiency mencatat konsumsi hanya 6,48 kWh/100 km.

Pengujian Perjalanan Jauh
Volkswagen kemudian melakukan pengujian perjalanan nyata sejauh 1.278,36 km dari Wolfsburg, Jerman, menuju Wina, Austria, melalui Polandia dan Republik Ceko. Dengan kecepatan rata-rata 67,72 kpj, konsumsi tercatat 6,89 kWh/100 km tanpa memperhitungkan kerugian saat pengisian atau 7,51 kWh/100 km jika charging losses turut dihitung.
Menariknya, baterai hanya perlu diisi ulang satu kali selama perjalanan. Ketika tiba di Wina, kendaraan masih menunjukkan sisa jarak tempuh sekitar 164 km.
Baca Juga : Mercy Bagong, Ikon Legendaris Muncul di Mining Indonesia 2026
Gunakan Material Ringan
Selain aerodinamika, Mission Efficiency menggunakan material ringan serta panel surya pada atap dan kaca belakang, untuk membantu memasok kebutuhan listrik kendaraan. Volkswagen menegaskan Mission Efficiency bukan model yang akan dijual kepada konsumen.
Mobil ini menjadi demonstrator teknologi, untuk menunjukkan potensi efisiensi dari teknologi produksi yang relatif terjangkau. Hasil pengembangan tersebut nantinya dapat diterapkan pada model listrik Volkswagen berikutnya.