OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Waspada Modus Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil Motor yang Marak

Kipli - Kamis, 17 September 2026
OtoTips Tips Mobil Tips Motor

KabarOto.com - Penawaran yang menggiurkan bisa membuat calon pembeli mobil dan motor bekas ‘gelap mata’ jika mendapatkan penawaran yang menggiurkan, seperti harganya lebih murah dari pasaran.

Namun, di balik penawaran yang tampak menguntungkan, bisa tersimpan modus penipuan segitiga.

Modus pelaku penipuan segitiga memanfaatkan momen celah untuk menipu calon pembeli dan penjual. Modus ini melibatkan tiga belah pihak, yaitu penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan yang seolah-olah bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual palsu,

kata Abdulah Rizki selaku penjual motor yang pernah mengalami kejadian tersebut.

Cara Kerja Modus Penipuan Segitiga Kendaraan Bekas

Ketika melakukan transaksi jual beli mobil secara online, penjual dan pembeli wajib ekstra hati-hati. Penipu akan menggunakan foto penjualan motor atau mobil bekas orang lain untuk dijual kembali atas nama penipu. Biasanya, harga yang ditawarkan di bawah harga pasaran sehingga calon pembeli mudah tergiur.

Biasanya, si penipu meminta uang down payment (DP) terlebih dahulu dengan berbagai alasan, seperti sudah ada orang lain minat. Dengan begitu, pembeli yang sudah terpikat jadi menuruti kemauannya sehingga akhirnya membayar DP ke penipu. Apalagi kalau sudah terbalut 'nafsu' dengan kendaraan yang diincar,

tambahnya.

Penipu Melancarkan Aksi

Langkah berikutnya, Ia bilang sang penipu juga akan menipu penjual asli dengan merayunya supaya mau mengikuti kemauannya. Seperti mengaku sebagai saudara dari penipu dan tidak banyak bicara kepada calon pembeli dengan iming-iming akan dijual lebih mahal ketimbang yang ditawarkan.

Jika berhasil, penipu akan meminta uang DP dari pembeli, bahkan jika terpikat malah bisa sampai membayar penuh harga jual kendaraan. Nah customer biasanya baru sadar ketika mobil akan diambil ternyata milik orang lain ketika transaksi selesai dan uang terkirim ke penipu. Kalau sampai terjadi, pihak yang paling dirugikan adalah calon pembeli,

pungkas Abdulah Rizki.

Nah, Sobat wajib hati-hati dan tidak terburu-buru ya jika ada kendaraan yang sedang diincar.

Baca Artikel Asli