11 Hari Operasi, Sudah 28 Ribu Kendaraan Gagal Mudik

11 Hari Operasi, Sudah 28 Ribu Kendaraan Gagal Mudik Ilustrasi penjagaan (Foto: Wandha/KO)

KabarOto.com - Sejak beberapa pekan lalu larangan mudik resmi diterapkan sesuai instruksi Presiden RI. Mulai Jumat, (24/4), jajaran TNI dan Polri sudah melakukan skenario penyekatan jalan, agar masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik bisa dihalau.

Operasi Ketupat yang biasanya dilaksanakan H-7 sampai H+7 Hari Raya, harus dilaksanakan jauh lebih awal karena kondisi yang berbeda. Penyebaran virus Corona atau Covid-19 harus segera diputus sehingga pelaksanaannya jauh lebih lama yaitu hingga 31 Mei mendatang.

Baca Juga: Sah! Surat RT/RW Tidak Bisa Jadi Alasan Untuk Mudik

Namun, setelah berjalan hampir dua pekan sampai hari kesebelas Operasi Ketupat 2020 Korlantas Polri mencatat secara total telah mencegah 28.000 lebih kendaraan. Jumlah ini didapat hanya dari pemudik yang hendak meninggalkan Jakarta.

"Sampai hari kesebelas Senin (4/5), menurut catatan Kakorlantas Polri terdapat 28.093 kedaraan yang meliputi kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan roda dua yang diminta untuk putar balik ke Jakarta," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra dalam konferensi pers.

Kendaraan tersebut diduga akan melakukan mudik ke sejumlah daerah. Tak hanya ke arah Timur Pulau Jawa, para pemudik juga menuju Sumatera dan diminta untuk putar balik.

Polda Lampung sudah meminta 22 kendaraan putar balik ke arah Jakarta di waktu yang sama. Begitupun laporan dari Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Timur yang meminta ratusan kendaraan putar balik sebelum memasuki wilayahnya.

Hal tersebut dilakukan karena para pengendara terindikasi kuat tengah melakukan perjalanan mudik. Bahkan Korlantas Polri memprediksi masih banyak warga yang nekat mudik, diperkirakan akan semain besar jumlahnya jelang Lebaran.

Baca Juga: Cegah Pemudik, Polisi Perketat Titik Penyekatan H-7 Lebaran

Adanya kemungkinan tersebut sudah dilakukan antisipasi di mana penjagaan akan semakin ketat di pos-pos pengamanan.

"Kemungkinan ya, H-7 (lonjakan pemudik), kami antisipasi untuk itu. Penguatan di pos-pos. Ya. Tentunya perkuatan tetap apa yang sedang sekarang ini. Kita all-out 24 jam," jelas Kakorlantas lewat NTMC Polri, Senin (4/5).