37 Tahun Di Indonesia, Hino Sudah Produksi 500.000 Unit Bus Dan Truk

37 Tahun di Indonesia, Hino Sudah Produksi 500.000 unit Bus dan Truk Truk Hino di GIICOMVEC 2020

KabarOto.com - PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), selaku Agen Pemegang Merek Hino di Tanah Air telah membuktikan eksistensinya selama 37 tahun dan telah memproduksi 500.000 unit kendaraan.

Hal ini merupakan bukti nyata keberadaan Hino semakin dapat diterima oleh masyarakat luas melalui produk yang berkualitas, harga yang kompetitif, serta mudah untuk mendapatkan suku cadang di jaringan service dan spare parts Hino di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Permudah Operasional Kendaraan, Hino Luncurkan Sistem Hino Connect

Presiden Direktur PT HMMI, Masahiro Aso, mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras dan adanya dukungan penuh dari pelanggan, diler, pemegang saham, manajemen, karyawan, serikat pekerja, pemasok, instansi pemerintah terkait serta pihak-pihak lainnya.

"Dari sekitar 500.000 kendaraan itu, sebanyak 45 persen itu berasal dari model UD Truk FN dari total keseluruhan model UD Truk yang ada di Indonesia," ungkap Masahiro Aso di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (5/3).

Selain itu, sejak 2011 HMMI juga turut mendukung pendapatan devisa melalui kegiatan ekspor komponen dan kendaraan. Saat ini HMMI tercatat sebagai perusahaan produsen pertama di Indonesia yang melakukan ekspor kendaraan truk dan bus.

Manajemen PT Hino Motors Manufacturing Indonesia

"Sampai saat ini tercatat, negara yang paling banyak untuk kita ekspor ialah Vietnam dan juga Filipina," kata dia.

HMMI terus melebarkan jaringan ekspor kendaraan ke negara tujuan lainnya dengan total tujuan 15 negara, antara lain Filipina, Vietnam, Laos, Haiti, Bolivia dan beberapa negara di Afrika Barat dan mentargetkan sebanyak 13.000 unit kendaraan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Baca Juga: Wah! Ada Bus Tayo Di Booth Hino Di GIICOMVEC 2020

Tidak hanya itu, Ekspor komponen kendaraan bermotor Hino juga telah dilakukan ke 17 negara tujuan. Nantinya, volume dan nilai ekspor akan terus ditingkatkan, sejalan dengan diberlakukannya ambang batas emisi gas buang EURO 4 pada tahun 2021.