KabarOto.com - Bisa mengendarai motor belum tentu sudah memahami cara berkendara yang aman. Hal ini menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Cariaman Akademi yang untuk pertama kalinya digelar dengan melibatkan puluhan sekolah dan puluhan pelajar.
Kegiatan yang didukung Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan Honda ini diikuti 84 peserta, terdiri dari 28 guru dan 56 siswa. Mereka dipersiapkan menjadi agen keselamatan berkendara yang nantinya dapat menyebarkan edukasi safety riding kepada teman, keluarga hingga lingkungan sekolah.
Baca Juga: Cari Aman Academy 2026, Cetak Penggerak Keselamatan Berkendara
Tak hanya dibekali teori, kemampuan peserta juga benar-benar diuji. Mulai dari pemahaman materi keselamatan berkendara, kemampuan presentasi, pengereman, menjaga keseimbangan hingga melewati lintasan slalom.
“Harapannya bisa membawa perubahan kepada generasi muda kita supaya menjadi pengendara yang baik, pengendara yang aman tentunya ketika berkendara, dengan harapan bisa menurunkan angka kecelakaan,” ujar Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor.
Pengereman Jadi Salah Satu Penilaian Penting
Salah satu kemampuan yang diuji adalah teknik pengereman. Bukan tanpa alasan, kemampuan mengerem dengan tepat menjadi salah satu keterampilan penting ketika menghadapi situasi di jalan.
Menurut penyelenggara, kemampuan pengereman yang baik dapat membantu mengurangi dampak negatif kecelakaan, termasuk risiko fatalitas.
Selain pengereman, peserta juga menghadapi tantangan static balance. Pada sesi ini, mereka dituntut mampu menjaga keseimbangan sepeda motor dalam kondisi diam.
Peserta harus mengontrol keseimbangan kendaraan dengan gerakan tangan secara efektif. Latihan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami cara menjaga motor tetap stabil ketika berkendara.
Honda BeAT Dipilih untuk Uji Kemampuan Peserta
Menariknya, sepeda motor yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Honda BeAT. Pemilihan motor tersebut berkaitan dengan karakter sepeda motor matik yang banyak digunakan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
“Karena memang paling banyak digunakan. Harapannya peserta kita ini terbiasa dengan karakteristik Honda BeAT, sehingga ketika sharing bisa cerita juga karakter Honda BeAT itu seperti apa,” jelasnya.
Dengan menggunakan motor yang dekat dengan aktivitas sehari-hari pelajar, peserta diharapkan lebih mudah memahami karakter kendaraan sekaligus menyampaikan kembali pengalaman berkendaranya kepada orang lain.
Bukan Sekadar Adu Cepat di Lintasan
Pada tantangan slalom course, peserta tidak hanya dituntut untuk melewati lintasan secepat mungkin. Justru kemampuan mengontrol gas, emosi dan mengambil keputusan menjadi bagian dari penilaian.
Salah satu bagian yang cukup menantang adalah ketika peserta harus melewati U-turn. Teknik ini membutuhkan kombinasi pengaturan kecepatan, pengereman, menentukan titik masuk tikungan serta menjaga keseimbangan.
Jika salah mengambil keputusan, peserta bisa melakukan pelanggaran. Salah satunya ketika kaki turun saat melewati tikungan.
Selain kemampuan teknis, pengetahuan peserta mengenai keselamatan berkendara juga diuji. Mereka harus mempresentasikan materi di hadapan juri untuk melihat pemahaman sekaligus kemampuan menyampaikan informasi.
Melalui Cariaman Akademi, AHM berharap para peserta tidak berhenti sebagai peserta kegiatan. Mereka diharapkan menjadi change maker yang dapat meneruskan edukasi keselamatan berkendara kepada lingkungan sekitar.
Baca Juga: Cara Honda Rangkul Gen Z Tumbuhkan Semangat Berkendara Cari Aman di Jalan
Dengan begitu, pesan berkendara aman diharapkan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi ikut menyebar melalui generasi muda.