96 Persen Mobil Pintar Berisiko Diretas

Arie Nugroho
Arie Nugroho 07 Dec 2017 - 11:10
96 Persen Mobil Pintar Berisiko Diretas
Alat untuk melakukan relay attack. (istimewa)

KabarOto.com - Tracker, anak perusahaan Tantalum yang fokus pada jasa pelacakan kendaraan hilang, mengungkapkan 96 persen pemilik mobil pintar berisiko untuk diretas melalui teknik pencurian terbaru, yakni melalui relay attack.

Relay attack merupakan metode baru untuk mencuri mobil. Dua pencuri bekerja sama untuk menangkap sinyal dari smartkey. Metode pencurian seperti ini sebelumnya berhasil tertangkap kamera saat sedang membobol sebuah Mercedes-Benz.

Baca Juga:

Menurut data Tracker, 66 persen kendaraan dicuri dengan metode relay attack pada tahun 2016. Survei Tracker juga menunjukkan, 25 persen pemilik mobil meninggalkan smart key di daerah lorong rumah.

Ruangan tersebut menjadi yang sering diincar oleh pencuri untuk menangkap sinyal smart key. Sinyal yang tertangkap kemudian diperkuat dan dilanjutkan ke mobil.

"Berdasarkan survei kami, banyak pemilik yang tidak sengaja membiarkan dirinya mudah terkena relay attack akibat menaruh smart key di tempat yang mudah diretas," ujar Andy Barrs, Head of Police Liaison Tracker.

Meskipun demikian, ada tindakan pencegahan. Meskipun relay attack dapat menembus tembok, pintu, dan jendela, perangkat tersebut tidak bisa menembus kaleng atau microwave.