Ada Struktur Bangunan Kuno, Proyek Tol Pandaan-Malang Dihentikan

Ada Struktur Bangunan Kuno, Proyek Tol Pandaan-Malang Dihentikan Proyek Tol Pandaan-Malang (ist)

Kabaroto.com - Pekerja proyek jalan tol Pandaan-Malang dikejutkan dengan temuan susunan batu bata, saat melakukan penggalian tanah. PT Jasamarga Pandaan-Malang (JPM), sebagai pengelola Jalan Tol Pandaan-Malang, lantas menindaklanjuti temuan struktur bangunan tua pada proyek pembangunan jalan tol tersebut.

Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo menyampaikan, pihaknya menerima laporan adanya penemuan tersebut pada Rabu (06/03). Setelah menerima laporan itu, PT JPM segera menerjunkan tim untuk meninjau ke lokasi temuan yang berada di Desa Sekarpuro, Kelurahan Madyopuro, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Lokasi temuan telah diberi garis Polisi

"Tepatnya, lokasi temuan berada di titik STA 37+700. Tapi, lokasinya tidak berada di main road tol, melainkan di area Right of Way (ROW) atau sekitar 15 meter dari main road," jelas Agus.

Baca Juga: Tol Ini Resmi Geser Predikat Cipali Jadi Tol Terpanjang Di Indonesia

Agus meneruskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah temuan tersebut termasuk situs purbakala. Tetapi, menurutnya, pihaknya menemukan adanya tumpukan atau tatanan bata merah di dalam tanah kurang-lebih 1 meter dari permukaan tanah.

"Oleh sebab itu, kami berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya setempat (BPCB) setempat untuk memastikannya," ujarnya. Selain itu, lanjut Agus, pihaknya juga meneruskan laporan tersebut ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk menetapkan langkah lebih lanjut.

Dilakukan penelitian lebih lanjut

Ternyata bukan batu bata saja, saat dilakukan pengerukan tanah juga ditemukan barang-barang kuno lain, seperti guci, cermin dan uang koin kuno yang juga ditemukan di lokasi yang sama.

Sejarahwan Dwi Cahyono mengatakan, batu bata yang ditemukan mirip dengan struktur bangunan di zaman Majapahit. Bisa jadi, di lokasi tersebut dulunya berdirinya sebuah permukiman. "Jika melihat batu bata yang ditemukan sangat mirip di era Majapahit, ini bisa jadi dulunya permukiman atau pusat peradaban," terang Dwi.

Ditemukan koin dan barang-barang kuno lain

Saat ini proyek pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang, utamanya di km 37+700, dihentikan sementara sampai waktu yang belum bisa ditentukan terkait adanya temuan tersebut. "Apakah nantinya harus mengubah trase atau tindakan lainnya, kami masih menunggu laporan resmi dari BPCB dan kajian dari BPJT," ungkap Agus.

Namun, Agus menekankan, hanya titik di sekitar STA 37+700 yang pengerjaannya dihentikan sementara. "Proses penyelesaian proyek di titik-titik lainnya tetap berjalan. Karena titik temuan juga bukan di main road, kami pastikan pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang secara keseluruhan tidak terganggu dan penyelesaian pembangunannya masih sesuai target, yakni triwulan I tahun 2019," tegasnya.

Baca Juga: Test Drive BMW X2 M Sport X, SAC Mungil Yang Menyenangkan!

Sampai 17 Februari 2019, pembebasan lahan Jalan Tol Pandaan-Malang telah mencapai 99,45%. Sementara itu, pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 38,488 km tersebut telah mencapai 85,21%. Rencananya, Jalan Tol Pandaan-Malang akan terbagi atas lima seksi, yakni Seksi 1 (Pandaan-Purwodadi), Seksi 2 (Purwodadi-Lawang), Seksi 3 (Lawang-Pakis 1), Seksi 4 (Pakis 1-Pakis 2), dan Pakis 2-Malang (Seksi 5).