Air Masuk Ke Mesin? Ini Yang Harus Diperhatikan

Air Masuk ke Mesin? Ini yang Harus Diperhatikan Mesin harus dapat perhatian ekstra setelah terjangan banjir (Foto: Istimewa)

KabarOto.com - Hujan deras yang turun tak henti-hentinya, tentu saja yang pertama jadi beban di dalam pikiran adalah rute perjalanan pulang. Apakah bebas banjir atau tidak. Meskipun Anda sudah merencanakan rute yang sempurna, sering kali banjir menjadi tantangan yang tak terelakkan. Dalam kondisi demikian seringkali sepeda motor terpaksa menerobos banjir. Bahkan, ada kalanya motor mengalami mogok.

Setidaknya ada tiga hal pemicu motor mogok ketika menerabas banjir. Apa saja itu? Motor mogok yang terkena banjir, bisa disebabkan filter udara. Potensi masuknya air melalui filter udara jelas cukup besar. Sebab, komponen ini bertugas menyuplai udara dari luar untuk masuk ke ruang bakar.

Baca Juga: Motor Jarang di Pakai, Kapan Waktu Yang Pas Ganti Oli?

“Menempati posisi paling depan pada bagian mesin, filter udara bertugas untuk menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran. Kondisi filter udara yang sudah tidak baik bisa berakibat masuknya air ke dalam ruang pembakaran. Tentu saja hal ini berakibat pada mesin menjadi mati,” ujar Budi Pemilik Bengkel JMS, Jakarta Barat (9/4/2018).

Selain itu tentu saja busi. Air dapat masuk melalui celah kepala busi. Busi sendiri bertugas menyokong pengapian pada mesin. Jika kemasukan air maka tidak ada api di ruang bakar. Ini yang menyebabkan motor mogok.

“Bagian berikutnya pada mesin yang berada pada posisi rendah dan berpotensi terkena banjir adalah busi. Kondisi kabel penutup busi yang tidak baik, misalnya ada sobekan bisa mengakibatkan pengapian tidak sempurna dan berujung pada kepala busi yang basah terkena air yang masuk lewat celah,” terang Pria berkumis itu.

Lalu bagian lain paling rendah dan berpotensi menyebabkan mogok adalah knalpot. Bukaan gas yang tidak konstan ketika melewati genangan air mengakibatkan adanya tarikan udara masuk ke dalam dari knalpot menuju ruang pembakaran sehingga mesin bisa mati.

“Melalui knalpot, air ini masuk melalui lubang kecil dekat bagian silinder,” tambahnya. “Walaupun tampaknya murah dan mudah, filter udara dan boks filter udara perlu diperhatikan kondisinya. Sebaiknya minimum lakukan pengecekan sebulan sekali terhadap kendaraan untuk memastikan Anda tidak terjebak dalam masalah ketika melewati genangan," imbuhnya lagi.

Hal di atas adalah risiko yang harus diambil ketika menerobos genangan air yang cukup dalam. Risiko lainnya adalah oli mesin bisa tercampur dengan air. Nah, ketika oli mesin tercampur dengan air, apakah cukup keluarkan airnya, lalu diganti dengan pelumas baru? tentu tidak.

Ternyata bukan hanya sekali ganti oli lalu selesai persoalan. Setidaknya menurut pemukim bilangan Pesanggrahan, Jakarta Barat ini ganti oli setelah air dikeluarkan, ada proses penggantian berikutnya. Usai dimasukkan oli baru, kemudian nyalakan mesin selama 10 menit.

Setelah oli bersirkulasi dalam mesin untuk menarik air yang tersisa, kuras kembali oli di dalam mesin. Lalu masukkan pelumas kembali. “Ketika oli yang terkuras tidak ada buih atau bercak kecoklatan, mesin sudah sehat dan siap digunakan kembali,” tutupnya.