Alokasi Minyak Sawit Untuk Biodiesel Tahun 2021 Hanya 9,2 Juta Kl

Alokasi Minyak Sawit untuk Biodiesel Tahun 2021 Hanya 9,2 Juta Kl uji coba biodiesel 30 persen

KabarOto.com - Selain fokus mengembangkan kendaraan listrik, Pemerintah juga terus konsentrasi mengembangkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar nabati. Tujuannya untuk menghadirkan emisi gas buang yang lebih baik.

Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Tarbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, sudah menetapkan volume alokasi target Bahan Bakar Nabati jenis (BBN) minyak kelapa sawit untuk biodiesel tahun 2021 sebesar 9,2 juta kilo liter (kl).

Baca Juga: Tempuh Jarak 110.000 Km Pakai B30, UD Truck Nyatakan Tak Ada Kendala

Jumlah tersebut akan digunakan untuk pencampuran biodiesel sebesar 30% ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar (B30).

Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) mengatakan, penetapan alokasi tersebut untuk tahun depan menurun. Hal itu dikarenakan dampak Pandemik Covid-19. Dadan memperkirakan tahun 2021 ini masih berlanjut.

Pertimbangan yang dikeluarkan kementerian ESDM tersebut, dilihat dari realisasi penyaluran biodiesel di tahun 2020. Sampai akhir Desember 2020, menurut Dadan, proyeksi realisasi sebesar 8,5 juta kl atau 88 persen. Target yang ditetapkan 9,6 juta kl.

“Penurunan sebesar 12% diakibatkan Pandemik Covid-19," terang Dadan beberapa waktu lalu. Selain itu, juga terjadi gagal suplai beberapa Badan Usaha BBN dalam penyaluran biodiesel.

Untuk menyalurkan Bahan Bakar Nabati tersebut, tahun 2021 ini, Pemerintah sudah menunjuk 20 Badan Usaha (BU) BBM dan BU BBN sebagai pemasok biodiesel. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 252.K/10/MEM/2020 yang ditetapkan pada tanggal 18 Desember 2020.

Baca Juga: Biodiesel 30 Persen Dinilai Beri Dampak Positif Pada Ekonomi Masyarakat

Perusahaan untuk BU pemasok biodiesel di antaranya PT Wilmar Nabati Indonesia mendapatkan alokasi sebesar 1,37 juta kl diikuti oleh PT Wilmar Bioenergi Indonesia sebesar 1,32 juta kl. Selanjutnya PT Musim Mas dan PT Cemerlang Energi Perkasa. Keduanya masing-masing akan mendistribusikan biodiesel sebesar 882 ribu kl dan 483 ribu kl.