Apa Sih Fungsi 'Rambut' Halus Pada Permukaan Ban? Ini Jawabannya

Apa Sih Fungsi 'Rambut' Halus Pada Permukaan Ban? Ini Jawabannya Ban Baru (KO/Edo)

KabarOto.com - Mungkin banyak yang penasaran, saat membeli ban mobil, kita sering melihat adanya tonjolan karet kecil memanjang, yang mirip seperti rambut halus. Biasanya posisi 'rambut' tersebut ada di bagian dinding ban, serta di alur telapak ban. lantas apa sih fungsinya?

Menurut Public Relations and Plant Management Team PT Hankook Tire Indonesia, Ade Mahendra, rambut karet tersebut muncul saat ban diproduksi. "Waktu proses produksi ban, saat ban dimatangkan, ada udara yang terperangkap di dalam. Nah, rambut-rambut itu sebenarnya saringan pembuangan udaranya. Begitu angin keluar dari ban, karet akan keluar jadi mirip rambut," kata Ade kepada kabarOto.com.

Jadi, karet kecil tersebut sebenarnya tidak memiliki fungsi terhadap performa ban, karena hanya timbul akibat proses produksi.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, biasanya produsen ban, akan memangkas karet halus yang ada dipermukaan telapak ban. Meski begitu sering kali kehadiran rambut berguna untuk mengasumsikan kondisi ban masih baru.

Karena, karet-karet halus tersebut bisa mengganggu kestabilan saat ban sudah dipasang pada mobil. "Harus dihilangkan, karena keseimbangannya nanti enggak bagus," ucap Ade.

Proses pengecekan ban sebelum didistribusikan

Sebelum ban siap diedarkan, ada proses pengguntingan rambut halus tersebut. "Biasanya, yang digunting yang bagian kembangannya saja, yang di pinggir tetap dibiarkan," ujarnya.

Untuk informasi, pabrik Hankook yang berada di Cikarang, Jawa Barat sendiri mampu memproduksi 32 ribu ban per-hari, atau sekitar 12 juta unit pertahun. Ada satu hal yang menarik, ternyata pabrik ini menggunakan bahan baku karet yang 100 persen merupakan hasil alam Indonesia.

Baca juga: Pakai Bahan Karet Lokal, Pabrik Hankook di Cikarang Bisa Produksi 12 Juta Ban per Tahun

Senior Manager Corporate Management Team Hankook Tire Indonesia, Hyon Young Seop mengatakan, ban yang diproduksi di Indonesia, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga ekspor. Data dari Hankook Indonesia memperlihatkan, 92 persen ban yang di produksi di Cikarang untuk kebutuhan luar negeri, sementara delapan persen sisanya untuk pasar lokal.