Baca Ini Sebelum Pasang Dastek Unichip

Baca Ini Sebelum Pasang Dastek Unichip AHT Garage

KabarOto.com – Dalam dunia modifikasi nama Dastek Unichip sangat sering terdengar. Fungsi sederhana secara awamnya adalah memanipulasi ECU standar, agar sesuai dengan keinginan sang pemilik, tapi tentunya ada peran tuner dibalik setingan mesin tersebut.

Kenapa alat ini banyak digemari?

Mungkin karena Dastek Unichip biasanya memiliki lima setingan mesin, sehingga dapat dipilih saat mobil pakai BBM jenis apa, konsumsi BBM bisa dibuat irit, lalu dapat juga dibuat tenaga mesin lebih maksimal walau sedikit lebih boros, dan lainnya. Serta harganya cukup terjangkau dibanding standalone.

Dijelaskan oleh Yuda Resigama Anggoro selaku Owner AHT Garage, “Cara kerja piggybback itu sebenarnya kita mengakali bacaan sensor-sensor input di mesin, supaya ECU standar termanipulasi. Misalnya airflow sensor, MAP sensor, Throttle position dan lainnya. Jadi, piggyback itu harus tetap ada ECU standar, karena memang si ECU yang bekerja.”

Baca juga: Bagaimana Proses Membangun Mobil Hobi? Ini Penjelasan AHT Garage

Saat ini kalau Sobat KabarOto mau beli Dastek Unichip, paling baru adalah Unichip X. “Untuk saat ini paling baru itu Unichip X, secara keseluruhan ini berbeda dari generasi sebelumnya dari processor, lebih konsisten juga, software dan firmware lebih stabil, dan untuk tunernya sendiri tuning Unichip X lebih enak lebih cepat,” jelas Yuda.

Dijelaskan juga, kalau Unichip X ini walau piggyback namun sudah mendekati standalone. Lalu fitur lainnya ialah bisa live tuning, sehingga saat kita ubah setingannya bisa langsung terasa ubahannya.

Lalu, tips nih untuk yang mencari Dastek Unichip bekas di pasaran. Ketahui dulu apa yang kamu butuhkan. “Sebenarnya bedanya ada di input dan ouput-nya. Kalau Q biasa itu channel-nya terbatas, misalnya kita tidak bisa melepas speed limiter, oleh karena itu harus tambah modul seperti i-drive,” paparnya.

Sementara ada tipe yang lebih baru dari Q yakni Q4 ini sudah mendekati Unichip X sudah cukup lengkap. Fiturnya seperti launch control, menghilangkan speed limiter dan rev limiter. Namun Q4 juga perlu I-Drive, kenapa?

Baca juga: Maxx ECU Tawarkan Standalone Berkualitas Harga Terjangkau

“Q4 juga butuh I-Drive kalau mau melepas speed dan rev limiter, karena fungsinya kan dia memotong jalur injektor, sehingga injektor sepenuhnya diatur oleh I-Drive. Kenapa mobil standar tidak bisa sampai 7.000 rpm misalnya, karena ECU standar mematikan injektor rpm segitu. Oleh karena itu, paling enak itu cukup Q4, I-Drive, dan selektor saja sih cukup,” papar pria ramah itu.

Soal harga, di AHT Garage apabila mau Unichip X, I-Drive, komplit dengan wiring, tuning dan dyno sekitar Rp 11 juta hingga 12 jutaan. Tapi kalau bawa sendiri itu dikenakan biaya wiring Rp 2,5 juta dan tuning Rp 2,5 juta. Tapi kalau mau pakai basic setingan dari Unichip-nya disini tidak dikenakan biaya, sehingga apabila mau dipasang tanpa tuning pun bisa.