Bahaya Pakai Masker Terlalu Lama Saat Melajukan Motor

Bahaya Pakai Masker Terlalu Lama saat Melajukan Motor

KabarOto.com - Pemerintah DKI Jakarta resmi memperpanjang status Penetapan Status Berskala Besar (PSBB). Namun PSBB kali ini lebih longgar, lebih tepatnya masa transisi menuju era New Normal. Masa transisi ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan, tepatnya hingga akhir Juni 2020.

Saat menetapkan status ini, salah satu poin penting yang perlu diperhatikan bagi pengendara motor adalah wajib menggunakan masker. Tujuannya agar tidak tertular dengan virus yang di bawa oleh orang lain. Pemprov DKI bekerjasama dengan Kepolisian akan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak memakai masker.

Baca Juga: Ojol Siapkan Sekat Saat New Normal, Ternyata Berbahaya

Nah, ternyata memakai masker terlalu lama juga berisiko tinggi, khususnya bagi mereka yang menggunakan helm full face (tertutup). Hal itu dikatakan, Instruktur Keselamatan SDCI, Doddy Setiadi YP. Menurutnya masker bisa menghambat pernapasan bagi pengguna helm full face, meski helm tersebut punya banyak ventilasi dan aliran udara.

Pengendara motor menggunakan helm full face

"Kalau masker bedah biasanya dapat membatasi pernapasan, fatal ketika adrenalin Anda meningkat. Adrenalin menyebabkan detak jantung berlipat ganda bergantung pada kecepatan Anda," jelas Doddy.

Tingginya adrenalin, membuat bagian pernapasan akan bekerja cepat. "Masker akan membatasi pernapasan dan membuat jantung kesulitan memompa darah. "Otak juga akan menderita karena kekurangan oksigen hingga berpotensi kematian," terangnya.

Hal itu biasanya terjadi pada pengendara motor yang doyan ngebut dan tidak berlaku pada motor yang melaju di kecepatan yang normal, karena adrenalin tidak terpacu.

Baca Juga: New Normal Ojol Tetap Tidak Boleh Bawa Penumpang

Sejumlah faktor lain yang menghambat pernapasan antara lain dari suhu (panas) dan kelembapan misalnya dari adanya insiden kecelakaan tiba-tiba di depan yang membuat lalu lintas menjadi panas dan lembap.