Ojol Siapkan Sekat Saat New Normal, Ternyata Berbahaya

Ojol Siapkan Sekat Saat New Normal, Ternyata Berbahaya contoh partii atau sekat yang digunakan ojol

KabarOto.com - New normal, merupakan era baru setelah pandemik Covid-19, di mana masyarakat hidup dengan mengikuti protocol kesehatan, menggunakan masker, membawa handsanitizer, mencuci tangan serta menghindari keramaian dengan tidak berkumpul dan tidak berdesak-desakan berada di transportasi publik.

Saat New normal nanti, kabarnya Mendagri Tito Karnavian sudah menandatangani peraturan untuk Ojek Online tetap tidak boleh membawa penumpang. Hanya boleh mengantar barang. Peraturan tersebut pun mendapat tanggapan dari Asosiasi pengemudi ojek online yang tergabung dalam Garda Indonesia.

Baca Juga: New Normal Ojol Tetap Tidak Boleh Bawa Penumpang

Mereka mengaku hal itu akan mempersempit mendapatkan penghasilan. Ojol sudah menyiapkan langkah-langkah untuk tetap mematuhi protocol kesehatan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Bahkan mereka meminta penumpang untuk membawa helm sendiri agar terbebas dari virus corona. Mereka juga sudah menyiapkan partisi, untuk menyekat antara driver dengan penumpang.

Melihat persiapan yang sudah dilakukan ojek online, Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) mengatakan, kalau membahas dua hal yaitu kesehatan dan keselamatan, itu tidak boleh dipisahkan.

Tujuan dari partisi tersebut menurut dia untuk melengkapi atau mensiasati phisical distansing, namun tidak efektif. Karena sekat tersebut menurut Sony efektif ketika tatap muka dan statis, sementara mereka naik motor tidak tatap muka, dan motor bergerak dinamis.

“Droplet (percikan cairan yang dikeluarkan lewat bersin atau batuk) lebih banyak terbuang ke belakang, jadi yang harus diperhatikan adalah arah datangnya droplet tersebut,” terangnya.

Meski begitu, dia mengakui, protokol kesehatan yang digunakan driver ojol sdh benar. “Ojol sudah menerapkan protocol kesehatan, bermasker, helm berpenutup, jaket itu sudah cukup,” tambahnya.

Dari sisi keselamatan, penyekatan tersebut menangkap angin ketika motor bergerak, sehingga rawan keseimbangannya, apalagi driver ojol terkadang mengemudikan motornya kurang focus, seperti mencari alamatmelihat ponsel bahkan dalam kecepatan dan lajur yang tidak konsisten.

“Jadi apa guna memaksakan hal kesehatan tapi mengabaikan keselamatan? Sama-sama bahaya,” tambahnya. Hal yang perlu diperhatikan dan konsisten dalam menjaga kesehatan adalah Fokus, tdk melihat ponsel dan tidak berbicara dengan penumpang. Selanjutnya tidak berpindah-pindah lajur tanpa aturan, menjaga jarak dan kecepatan motor.

Baca Juga: Saat New Normal, Ojol Minta Penumpang Bawa Helm Sendiri

“Selalu menerapkan aturan kesehatan seperti, memastikan penumpang menggunakan masker dan helm serta menjaga kebersihan APD. Selanjutnya hindari tempat keramaian, dengan mencari oksigen untuk melepas masker. Karena terlalu lama menggunakan masker tidak sehat,” terangnya.