Ban Motor Michelin Tidak Lagi Dibungkus Plastik

Ban Motor Michelin Tidak Lagi Dibungkus Plastik Michelin sudah tidak menggunakan plastik pada bannya

KabarOto.com - Perusahaan ban asal Prancis, Michelin, saat ini sudah tidak lagi menggunakan plastik untuk membungkus ban motor yang dijual ke konsumen Indonesia. Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette mengatakan, Michelin dan Multistrada Arah Sarana menghabiskan rata-rata 300,000 kilogram plastik untuk membungkus ban.

Langkah ini diambil, sebagai tanggung jawab pelaku usaha untuk mengurangi plastik di ban produksinya. Kebijakan ini akan diikuti oleh perusahaan Michelin lainnya di Indonesia, yaitu Multistrada Arah Sarana, secara bertahap sampai akhir 2021.

Baca Juga: Michelin Komitmen Produksi Ban Dengan Konsep Vision

Dengan langkah ini, Michelin berharap bisa mengurangi lebih dari 80% sampah plastik sekali pakai, yang dihasilkan oleh ban motor Michelin dan merek lain yang bernaung di bawahnya.

"Tahun 2022 kami targetkan 0 sampah bungkus plastik ban," terangnya. Dia percaya ini langkah yang tepat sebagai bentuk tanggung jawab Michelin untuk mencapai proses bisnis yang berkelanjutan.

Sementara itu, Head of Marketing Consumer Products Michelin Indonesia, Roslina Komalasari mengatakan, meski tanpa bungkus plastik, kualitas dan performa ban Michelin tidak akan berkurang atau terganggu.

“Meski tidak berplastik, kualitas tidak terganggu," tegas Roslina, saat diskusi virtual dengan media, Kamis (4/3). Karena menurut dia, ban mereka sudah menggunakan bahan baku kualitas terbaik dan mengikuti standar keselamatan tertinggi.

Kebijakan tidak lagi menggunakan bungkus plastik ini juga didukung oleh mitra distribusi utama Michelin yaitu Planet Ban. Sebagai upaya memudahkan penjual dan pengguna untuk menemukan ban yang mereka butuhkan, Michelin memasang stiker berdasarkan pola, kategori dan ukuran.

Baca Juga: Gebrak 2021, Michelin Gelar Pameran Ban Motor Virtual

Semua informasi tentang ban dapat ditemukan pada stiker. “Keuntungan dari tidak adanya pembungkus adalah pengguna yang ingin membeli ban dapat langsung melihat pola kembangan ban,” terang Roslina.