Begini Jika Baterai Audi E-tron Jadi Penggerak Rickshaw Elektrik

Begini Jika Baterai Audi e-tron Jadi Penggerak Rickshaw Elektrik Rickshaw Elektrik dengan Baterai Audi e-tron (Audi)

KabarOto.com – Kendaraan roda tiga yang kita kenal di Indonesia sebagai Bajaj atau di beberapa negara lain dikenal sebagai rickshaw merupakan alat transportasi cukup populer. Di Indonesia sendiri kendaraan ini sudah ada sejak 1970-an setelah diimpor dari India.

Namun zaman telah berubah. Nunam, perusahaan rintisan Jerman-India, bekerja sama dengan Yayasan Lingkungan Audi memanfaatkan baterai bekas dari Audi e-tron untuk menggerakkan becak listrik yang akan digunakan di jalan raya India.

Tujuan utama dirilisnya rickshaw ini adalah mengembangkan cara menggunakan baterai lama sebagai sistem penyimpanan daya kembali, sehingga memperpanjang masa pakainya dan sumber daya lebih efisien.

Baca Juga : Porsche 963 Jadi Ambisi Untuk Taklukkan Balap Di Jerman Dan Amerika Serikat

"Baterai lama masih sangat kuat bila digunakan dengan tepat, baterai bekas dapat memiliki dampak yang besar," komentar salah satu pendiri Nunam, Prodip Chatterjee.

Untuk pengisian daya kendaraan ini memanfaatkan pengisian daya panel surya, sehingga bebas karbon. Tidak sampai sana, Nunam bahkan telah merencanakan masa pakai baterai ketiga, sehingga baterai tidak bisa dipakai lagi di e-rickshaw, baterai tersebut dapat digunakan kembali sebagai tenaga lampu LED.

Baca Juga : Mercedes Vision EQXX Pecahkan Rekor Jarak Tempuh Sendiri

Bodi rickshaw ini sama sebagaimana Rickshaw biasanya. Namun sentuhan lebih modern dengan tiga lampu LED di depan, serta ada desain cover pelek unik khas Audi. Bagian dalam, senormalnya bajay pengendara di tengah, dengan kelengkapan layar infotainment dan penumpang belakang bisa muat dua sampai tiga orang.

E-rickshaw ini diperkirakan diluncurkan di jalan-jalan India pada tahun 2023, dan sudah sempat dipajang di Festival Greenwich di berlin beberapa waktu lalu.