Biaya Mobil Listrik Diklaim Lebih Irit Dari Konvensional

Biaya Mobil Listrik Diklaim Lebih Irit dari Konvensional Mobil Listrik Hyundai

KabarOto.com - Saat ini pemerintah mulai fokus kembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Kementerian ESDM mengungkapkan beragam keuntungan jika menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut. Salah satunya biaya yang lebih murah dibanding konvensional.

Ariana Soemanto, Koordinator Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian ESDM, membandingkan biaya penggunaan kendaraan listrik dengan kendaraan konvensional. "Biaya bahan bakar kendaraan listrik lebih murah," terangnya, belum lama ini.

Baca juga: Angkat Kendaraan Listrik, Menperin Nilai GIIAS Surabaya 2021 Mampu Majukan Ekonomi Lokal

Dia mencontohkan, jarak tempuh satu hari kendaraan konvensional jarak 30 km, konsumsi Pertalite sekitar 2,5 liter atau Rp 20.000. Jika menggunakan kendaraan listrik biayanya hanya sekitar Rp 7.000. Keuntungan tersebut ditambah bebas emisi dan ramah lingkungan.

Kendaraan listrik Mitsubishi

Keuntungan lain, pakai kendaraan listrik terbebas aturan ganjil genap. Menurutnya, biaya charging kendaraan listrik juga berpotensi dapat diskon. PLN memberikan diskon tarif listrik 30% bagi para pemilik mobil listrik di malam hari mulai pukul 22.00 hingga 05.00.

Pemilik mobil listrik menurut dia juga bisa mendapatkan biaya tambah daya listrik di rumah lebih murah. Sementara itu charging di SPKLU, fast charging atau ultra fast charging tarifnya sekitar Rp 2.460 per kWh.

Hargatersebut lebih murah dibanding di negara-negara lain, yang rata-ratanya sekitar Rp 5.000 per kWh. Di Amerika Serikat tarifnya kisaran Rp 4.010 sampai 10.247 per kWh. Kementerian ESDM memproyeksikan, dalam rencana Grand Strategi Energi Nasional, tahun 2030 jumlah mobil listrik ditargetkan sekitar 2 juta unit.

Baca juga: Mitsubishi Akan Mulai Studi Kendaraan Listrik Minicab MiEV

Sementara itu motor listrik sekitar 13 juta unit. Pada tahun yang sama, target penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekitar 30 ribu unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) sekitar 67 ribu unit.