Bintang Automotive, Dari Bengkel Balap Merambah Ke Retro Klasik

Bintang Automotive, dari Bengkel Balap Merambah ke Retro Klasik

KabarOto.com - Bengkel mobil ini lokasinya memang terpencil, berada di sebuah jalan yang hanya memuat satu mobil saja. Namun puluhan konsumen banyak yang datang ke sini untuk sekedar perawatan ringan atau merestorasi mobilnya. Baik untuk balap atau untuk dipakai harian.

Bintang Automotive, namanya sudah tidak asing lagi di dunia balap Tanah Air. Bengkel yang dimiliki oleh Tanto panggilan akabnya ini selalu didatangi pencinta otomotif di Indonesia. Tempatnya memang kecil, namun kualitas mekanik-mekanik yang ada di sini tidak diragukan lagi.

Baca Juga: Kijang Retro Indonesia Turut Ringankan Beban Korban Banjir 2020

DX Toyota Corolla buatan tahun 1980an yang ada di Bintang Automotive

"Awalnya saya kan senang ngoprek mobil sendiri, terus balapan, ya mekaniknya saya sendiri, terus alhamdulillah prestasi yang saya raih cukup banyak," terang Om Tanto.

Dirinya menambahkan semenjak itu teman-temannya pun tertarik untuk minta dia menangani mobilnya.

"Akhirnya saya buka bengkel di Haji Mencong, Ciledug, teman-teman banyak yang datang, mobilnya mau diubah speknya dinaikin menjadi versi balap profesional, sampai sekarang ini," terang Tanto di bengkelnya di Jalan Kramat II, Pondok Pinang Jakarta Selatan.

Kini tidak hanya mobil-mobil balap yang datang ke Bintang Automotive, konsumen yang menggunakan mobil untuk harian bahkan yang ingin mengubah tampilan mobil lama atau retro menjadi mulus juga datang ke bengkel ini.

"Ya, sampai saat ini banyak sih mobil-mobil harian milik pribadi dan kantor seperti Avanza, Xenia, sedan, Honda Jazz yang datang untuk perawatan dan ganti oli, ya service ringan, lah. Retro juga mulai banyak," paparnya. Saat ini dia sedang mengerjakan beberapa mobil Datsun dan juga DX Toyota Corolla.

Tanto, pemilik Bintang Automotive

Harga yang ditawarkan untuk membangun sebuah mobil retro juga relatif murah, namun itu tergantung dari konsumen, seberapa banyak mereka punya bajet.

"Ya kalau total mobil retro itu untuk rapi mulus bisa sampai ratusan juta rupiah. Tapi biasanya konsumen minta apa dulu misalkan bodynya dulu atau mesinnya dulu, lainnya belakangan," paparnya.

Baca Juga: Rayakan Ultah Ke-7, Klasik Retro (Katro) Undang Puluhan Komunitas

Perihal mesin, biasanya Tanto mengganti mesin lama dengan mesin mobil lain yang pas. "Kalau mesin saya dapat beli dari Malaysia, datang langsung ke sana dan beli jadi bisa pilih mesin yang bagus kondisinya," tambah Tanto.

Dia pun mengaku banyak pemilik mobil retro lama dan yang baru minta untuk balap atau untuk harian. "Saya sih tergantung konsumen, mau dibikin apa mobilnya, untuk balap atau untuk harian," tutupnya.

Nah untuk memulai merestorasi mobil klasik, biasanya Tanto memulai dari mencopot semua cat lama kemudian mengganti dengan dasar yang baru setelah itu dilakukan pengecatan. Ini prosesnya cukup lama, dan biayanya pun bisa sampai Rp 30 jutaan.

Setelah itu menurutnya interior, mesin kemudian kaki-kaki. "Tapi kalau langkah membuat baru itu tergantung dari konsumen, mana yang didahulukan, tapi kebanyakan mereka minta bodinya dulu diperbaiki, kemudian mesin dan kaki-kaki," terangnya lagi.

Untuk mendapatkan spare part, Tanto mengaku mendapatkan dari teman-temannya. Ada juga yang dibuat oleh mekanik dan ada yang di reparasi dari yang lama. Nah tertarik untuk membuat mobil retro?