BMW Kolaborasi Leather Working Group, Andalkan Alternatif Bahan Kulit

BMW Kolaborasi Leather Working Group, Andalkan Alternatif Bahan Kulit

KabarOto.com - BMW Group mendukung penuh perusahaannya di bidang keberlanjutan menjadi produsen otomotif kedua di dunia yang bergabung dengan Leather Working Group.

Tujuan dari Leather Working Group ini adalah untuk memastikan standar lingkungan dan sosial yang seragam untuk rantai pasokan kulit di seluruh dunia, dan untuk memberikan sertifikasi produsen. Mereka mewakili sekitar seperempat dari produsen kulit dunia mulai dari industri pengolahan kulit dan asosiasi hingga pengecer dan pembeli.

“Sebagai pemimpin dalam keberlanjutan rantai pasokan, bergabung dengan Leather Working Group adalah langkah logis berikutnya bagi kami. Kulit masih diminati oleh pelanggan kami tergantung pada model dan wilayahnya,” kata Nadine Philipp, kepala Keberlanjutan BMW Group dalam Rantai Pasokan dan Energi.

Baca Juga : BMW Seri 8 Langsung Rilis 3 Model M850i XDrive

Bagi BMW penggunaan kulit masih sangat penting, terutama dari sektor kelas premium. “Kulit sangat penting di segmen premium. Itulah sebabnya mendukung produksi dan pemrosesan kulit yang berkelanjutan di pemasok kami adalah prioritas bagi kami. Pada saat yang sama, kami tetap ingin semua pelanggan kami di seluruh dunia dapat memilih produk yang optimal, jadi kami juga menawarkan opsi perlengkapan kendaraan tanpa kulit,” katanya.

Keputusan untuk bergabung dengan Leather Working Group terkait langsung dengan keselarasan bisnis BMW Group, dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi sumber daya. Salah satu tujuan BMW Group adalah untuk menciptakan rantai pasokan yang paling berkelanjutan di seluruh industri otomotif. Sumber kulit dari fasilitas bersertifikat merupakan langkah penting di jalan untuk mencapai tujuan ini.

Baca Juga : Aerokit Vorsteiner Ubah Grill BMW M3 Dan M4

BMW Group juga mengandalkan bahan alternatif, diproses ramah lingkungan mengandalkan ekstrak daun zaitun, termasuk pilihan tekstil, Alcantara® dan Sensatec. Perusahaan juga melakukan penelitian alternatif kulit hemat sumber daya, seperti Deserttex® terbuat dari serat kaktus, dan Mirum® nabati tahan lama dan dapat didaur ulang sepenuhnya sebagai pengganti bahan kulit yang tidak kalah mewah.