BMW R18 Spirit Of Passion, Berpenampilan Unik Nan Klasik

BMW R18 Spirit of Passion, Berpenampilan Unik nan Klasik Sumber Foto : BMW

KabarOto.com – BMW R18 merupakan salah satu dari 13 motor baru yang diperkenalkan pabrikan motor asal Jerman, BMW Motorrad, selama tahun 2020. Meski masih baru, konsumen awal tahun ini langsung disodorkan versi modifikasi.

Nah, salah satunya ialah hasil karya dari rumah modifikasi Kingston Custom. Modifikasi ini diberi nama ‘Spirit of Passion’ yang dikerjakan oleh Dirk Oehlerking.

Baca Juga : BMW R18 Resmi Mengaspal Di Indonesia, Harganya Rp 969 Juta

Sang pemilik Kingston Custom tersebut berhasil mewujudkan BMW R18 bergaya eksentrik tetapi tetap bernuansa zaman dulu. Dari segi tampilan sendiri, Oehlerking membuat fairing besar di bagian depan hingga menutupi ban. Sekilas tampilannya mirip dengan mobil kecil BMW Isseta.

Bentuk depan motor ini disebut ‘Spirit of Passion’ tampil menawan dengan aksen kidney grill khas BMW. Terutama bentuknya memanjang vertikal dan menjadi salah satu daya tarik.

“BMW R18 sangat sempurna, saya membiarkan teknologi apa adanya. Sasisnya 100% asli dan sangat canggih sehingga tidak ada yang perlu diubah,” ungkap Oehlerking.

Oehlerking juga mengubah fender belakang, bentuknya nan unik nyaris menutupi seluruh ban belakang. Lampu rem berbentuk seperti sirip, dan sistem pembuangannya terlihat lebih simpel. Untuk mempermanis tampilan, seluruh fairing ini di beri aksen garis putih yang memperkuat kesan retro.

Bicara soal performa, BMW R18 ini masih menggunakan mesin big boxer berkapasitas 1.802 cc yang mampu menghasilkan tenaga 91 dk di 4.750 rpm dengan torsi 152 Nm di 3.000 rpm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6 percepatan.

Baca Juga : BMW Motorrad Catat Penurunan Penjualan 3,4%

Penggunaan lampu LED

Oehlerking juga menegaskan, dia membuat motor yang bisa menampilkan jiwa, pesona dan karakter. Proses penentuan desain pun tidak mudah, sebab setelah motor jadi tentu perlu ada perawatan. Sehingga dia perlu memfokuskan gaya apa yang ingin ditonjolkan.

“Setelah saya membuat pilihan itu, dimulai dengan sketsa dengan pensil dan Tip-ex. Lalu terus melakukannya sampai tepat di hati sesuai dengan keinginan,” tutup Oehlerking.