Cara Motor Besar Indonesia Pertahankan Keutuhan Klub

Cara Motor Besar Indonesia Pertahankan Keutuhan Klub

KabarOto.com - Motor Besar Indonesia (MBI) baru saja memperingati satu tahun berdiri. Klub motor yang dipimpin oleh Rio Castello ini memilikii salah satu tujuan yaitu mengubah paradigma masyarakat tentang pengguna Motor Gede yang arogan dan ugal-ugalan.

Rio menambahkan, jika saat ini proses untuk membentuk hal yang positif sudah mulai terbentuk. Namun dia mengaku masih ada oknum pengguna Moge (Motor Gede) yang masih ugal-ugalan.

Baca Juga: Dihadiri Ketua DPR, Motor Besar Indonesia Menggelar Syukuran Hari Jadi Pertama

"Kami mencoba mengubah image pengguna motor gede yang arogan dengan tertib di jalan dan menghormati pengguna jalan raya serta mengadakan berbagai kegiatan sosial, seperti di bulan Ramadhan tiap Chapter kami mengadakan kegiatan bakti sosial dan santunan kepada mereka yang membutuhkan," papar Rio di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Rio juga mengaku MBI terus mengkampanyekan Safety riding untuk menanamkan sifat berkendara di jalan rayayang lebih sopan. Rio juga mengupayakan MBI menjadi pelopor keselamatan di jalan. Bahkan setiap membernya diwajibkan mengikuti pelatihan safety riding.

Lalu bagaimana MBI menjaga keutuhan klub yang sudah ada di 8 wilayah di Indonesia? Rio mengatakan, salah satunya adalah persaudaraan tanpa batas, tidak memandang perbedaan.

"Kami juga menjaga keutuhan dengan kegiatan minimal kopi darat, Sunday Morning Riding (sunmori) bukan hanya touring saja dengan adanya kumpul-kumpul kita jadi lebih mempererat persaudaraan dan kekompakan," paparnya lagi.

Dalam waktu dekat ini, MBI akan melakukan touring ke Bangka Belitung untuk menghadiri acara bike week. "Kami akan touring ke Bangka Belitung menghadiria acara Bike Week di sana, banyak yang akan berangkat," tambahnya lagi.

Baca Juga: MBI Satukan Bikers Dalam Pesta Rakyat Di DPR

Saat ditanya tentang motor masuk jalan tol, Rio juga berharap jika aturan tersebut bisa terealisasi, namun harus disediakan jalur khusus untuk sepeda motor. "Kita kan juga membayar pajak, dan tidak murah loh, di Thailand, Malaysia motor sudah masuk tol, jadi kami berharap Indonesia bisa segera teralisasi," tutup Rio .