Cara Mudah Merawat CVT Skuter Matik

Cara Mudah Merawat CVT Skuter Matik Ruang CVT motor matik (KabarOto)

KabarOto.com - Motor bertransmisi matik sedang digandrungi banyak kalangan, baik remaja maupun dewasa. Namun, kebanyakan penggunanya hanya bisa menikmati tanpa mengerti cara merawat dan menjaga performa mesin dan sistem penggeraknya secara benar.

Untuk itu, berikut kami sajikan beberapa cara mudah merawat CVT skuter matik yang diberikan rumah bengkel dan builder Dwayne Racing kepada KabarOto.

"Untuk kendaraan matik yang menggunakan sistem Continuously Variable Transmission (CVT), kerap terjadi masalah. Beberapa kasus seperti mengeluarkan bunyi yang cukup mengganggu, serta terkadang slip saat membuka gas," kata Wansko, kepala mekanik dan builder Dwayne Racing.

Baca Juga:

Sekadar catatan, CVT atau yang dikenal dengan transmisi otomatis, adalah sistem transmisi yang digunakan pada motor matik sebagai sistem pemindahan roda-roda gigi secara otomatis.

Untuk itu, perlu diketahui bagaimana cara merawat CVT skuter matik agar selalu dalam keadaan baik dan nyaman ketika digunakan.

Lakukan selalu pemeriksaan rutin V-belt (komponen yang terbuat dari bahan karet sebagai penggerak pengganti rantai), setelah pemakaian motor matik kurang lebih 10.000 km. Lakukan penggantian V-belt bila keadaannya sudah menipis atau terlihat pecah-pecah pada ruasnya.

V-belt merupakan bagian penting sebagai penggerak motor matik, yang terdapat pada bagian CVT. Peranti ini berfungsi sebagai penghubung puli primer (Drive Pulley) yang dihubungkan langsung ke mesin sepeda motor dengan puli sekunder (Driven Pulley) yang dihubungkan langsung ke roda belakang.

Jika konsisten memperhatikan kinjerja V-belt akan menjaga keamanan berkendara, karena V-belt yang termakan usia saat pemakaian dapat menyebabkan putus dan cukup riskan ketika digunakan.

Selain itu, idalam CVT juga terdapat roller (bentuknya seperti bearing kecil, salah satu komponen penting sebagai penggerak motor matik).

Lakukan pengecekan roller yang terdapat dalam komponen CVT. Karena bila roller rusak atau aus akan menimbulkan bunyi berisik pada CVT, yang pasti akan mempengaruhi kerja V-belt dan mesin.

Berikutnya, rutin mengganti secara berkala oli transmisi, karena usia komponen CVT dipengaruhi kondisi pelumas transmisi.

Rajinlah periksa dan mengganti secara rutin oli transmisi agar kinerja komponen CVT selalu optimal dan selalu dalam keadaan dingin.

"Menjaga kebersihan motor adalah kewajiban pengguna kendaraan, agar kendaraan selalu dalam kondisi prima. Lakukan servis berkala untuk memberikan performa mesin yang sempurna," tutup Wansko.