Curhat Toyota Sikapi Pandemik Covid-19

Curhat Toyota Sikapi Pandemik Covid-19 Toyota akui penjualan menurun karena Covid-19

KabarOto.com - Banyak Agen Pemegang Merek (APM) otomotif yang mengaku penjualan mereka turun saat pandemik Covid-19. Seperti halnya PT Toyota Astra Motor (TAM), sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan mobil pada bulan April 2020 ini ada penurunan dibandingkan Maret lalu.

Anton Jimmy Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) mengungkapkan, TAM akan melihat satu atau dua bulan ke depan, setelah PSBB selesai diharapkan penjualan akan naik lagi.

Baca Juga: Toyota Prediksi Penjualan Menurun Pada Ramadhan Tahun Ini

Kita mencoba melihat situasi, mudah-mudahanan satu atau dua bulan ke depan PSBB sudah usai, kondisi penjualan bisa balik lagi ya,” terang Anton kepada Jurnalis otomotif melalui akun social Media Pressroom_Toyota.

Anton menambahkan, retail sales pada Januari sampai Maret di bawah prediksi, hanya 17.000 padahal TAM berharap bisa mencapai di atas 20.000. Sama dengan whole sales Maret, bulan April masih terasa, termasuk dengan adanya PSBB,” tambahnya.

Dia pun berbesar hati dan mengatakan jika hal ini tidak hanya dialami oleh Toyota saja, merek-merek lain juga mengalami hal yang sama. “Kita kebanyakan memang produksi di dalam negeri 90% untuk penjualan di sini, jadi bisa dibayangkan dampak dari permintaan yang menurun di industri ini,” terangnya.

Dia memberi gambaran, bagaimana industri otomotif termasuk Toyota berupaya agar bisa mempertahankan tenaga kerja, suplai-suplai, bisa bertahan, dan menurutnya itu adalah pekerjaan rumah yang luar biasa. “Temen-temen TMMIN itu mereka luar biasa, untuk berjuang di situasi seperti ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Anton menambahkan, bagaimana Toyota mengatur permintaan pasokan. Jadi setiap saat kita harus memerhatikan kondisi market seperti apa dan melayani konsumen seperti apa,” curhatnya.

Dia menambahkan, saat ini bagaimana mereka berkomunikasi dengan diler, mengatur supaya operasi bisa berjalan dengan baik. “Kami juga perhatikan bagaiamana diler dalam situasi seperti ini, karena penjualan menurun, ya bisa tetap berkomunikasi dan melayani konsumen,” terang Anton.

Baca Juga: Permintaan Meningkat, Toyota Siapkan Kijang Innova Ambulance

Bahkan situasi seperti ini, leasing tidak mudah, karena di samping penurunan penjualan banyak konsumen yang minta restructuring dari utang mereka untuk bisa mundur pembayaran 1 atau 2 bulan. “Kami yakin dengan bersama-sama bergan dengan punya optimisme ini akan berakhir dan saat itu kita berharap ada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tutupnya.