KabarOto.com – Bukan hanya penjualan mobil yang meningkat pada bulan Juni 2020, kinerja ekspor mobil buatan Indonesia juga mengalami peningkatan.
Melansir data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hasil ekspor bulan Juni 2020 meningkat 35,5% dibandingkan bulan sebelumnya, atau dari angka 6.540 unit menjadi 8.731 unit.
Baca Juga : Toyota Venza Meluncur Di Amerika Serikat, Harga Mulai Rp491 Juta
Meskipun begitu, kinerja ekspor sepanjang enam bulan pertama tahun ini merosot drastis. Dari total kumulatif ekspor mobil secara utuh (completely built up/CBU dari sembilan merek yang ada di Tanah Air hanya mencapai 104.158 unit dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2020.
Torehan tersebut turun 24,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni 137.767 unit. Sementara itu, kinerja ekspor kendaraan secara terurai atau completely knocked down (CKD) sebesar 144.212 unit, turun 45% dari hasil di periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Xpander AP4 Cicipi Sirkuit Lintasan Kombinasi Aspal dan Tanah
Grup Toyota masih mendominasi pengapalan ekspor periode Januari-Juni 2020, dengan sumbangan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan TMMIN, hingga 63,1%. Dengan catatan, meski diproduksi Daihatsu, namun seluruh produk yang diekspor dari Indonesia beremblem Toyota. Sedangkan untuk kegiatan ekspor CKD, masih dikuasai Honda sebesar 85,7% atau 123.548 unit.
Berikut adalah kinerja ekspor pabrikan mobil selama semester pertama:
Ekspor CBU
1. Daihatsu 36.722 unit (bermerek Toyota)
2. Toyota 29.042 unit
3. Mitsubishi Motors 20.065 unit
4. Suzuki 15.635 unit
5. Honda 958 unit
6. Hino 605 unit
7. Hyundai (PC) 510 unit
8. Wuling 482 unit
9. DFSK 139 unit
Ekspor CKD
1. Honda 123.548 unit
2. Toyota 16.910 unit
3. Suzuki 3.384 unit
4. Mitsubishi Motors 330 unit
5. DFSK 40 unit