Ganti Head Unit Aftermarket dengan Aman?  Ini Tipsnya

Kipli
Kipli 12 Mar 2018 - 22:37
Ganti Head Unit Aftermarket dengan Aman?  Ini Tipsnya
Head Unit Mobil Eropa Tak Sesimpel Mobil Jepang (Foto: Kipli)

KabarOto.com – Beberapa pemilik mobil seringkali tergiur dengan penggantian head unit (HU) sebagai salah satu komponen yang harus diganti. Padahal tak boleh asal ganti, ada beberapa tips agar mengganti head unit bawaan tetap aman.

Menurut Qobul, pemilik Lutfi Audio, toko khusus audio mobil dan upholster di Pusat Perbelanjaan Slipi Jaya, Jakarta Barat, (10/3), mengganti head unit sebaiknya dilakukan supaya membuatnya semakin memenuhi fitur yang dibutuhkan, bukan sekadar memperbaiki kualitas audio.

”Kalau kualitas audio penyebabnya banyak, enggak cuma head unit. Bisa dari kualitas speaker, kabel, atau penataan. Yang benar, ganti head unit agar lebih canggih. Misalnya bisa touchscreen, bisa dicolok USB, dan lainnya,” kata ayah 2 anak itu kepada KabarOto.

Untuk itu, mengganti head unit tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena saat ini banyak mobil yang sistem audionya terintegrasi dengan komputer mobil yang sudah canggih. Dikhawatirkan, saat dicopot dan mengganggu sistem kelistrikan, dan garansi sudah pasti gugur.

Qobul menunjuk mobil-mobil canggih Eropa yang cukup sulit dioprek. ”Bisa, tapi harus hati-hati karena banyak sistem yang terhubung. Pemasangan juga harus hati-hati karena bisa timbul korsleting. Saran saya, kalau untuk mobil canggih, cukup ganti speaker dan instalasinya saja,” ujarnya.

Mobil Jepang

Beda dengan mobil-mobil Jepang yang menjadi favorit banyak orang. Meski head unit-nya terintegrasi dengan dasbor, pada umumnya bisa dilepas dan ada produk aftermarket-nya. Qobul menjelaskan bahwa untuk menggantinya tidak serumit mobil-mobil Eropa.

Misalnya, perkabelan yang mudah 'diurut' dan kebanyakan plug and play. Sistem pengoperasian audio lewat tombol pada setir tidak terganggu dan tampilan pada MID tidak terpengaruh. Qobul menyarankan, saat mengganti head unit, alangkah baiknya berspesifikasi OEM alias berukuran sama.

”Kalau bisa, pilih yang fitur konektivitas output-nya memiliki RCA untuk front, rear, dan subwoofer. Kalau suatu saat ingin meningkatkan kualitas suara lebih baik, tidak perlu lagi mengganti HU. Minimal punya 2 RCA output dan fitur equalizer,” bebernya.

Editor : rio